Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GIC Indonesia Disebut Setara Toulon Prancis, PSSI Wajib Turun Tangan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Sabtu, 15 Agustus 2026 |16:36 WIB
GIC Indonesia Disebut Setara Toulon Prancis, PSSI Wajib Turun Tangan
PSSI wajib turun tangan untuk konsisten dalam kompetisi usia muda (Foto: GIC)
A
A
A

GARUDA International Cup (GIC) mewadahi talenta-talenta sepakbola untuk mengasah kemampuan dan pengalaman bertanding lintas negara di Indonesia. Tahun ini, 13 negara dipastikan meramaikan GIC 2026 yang akan berlangsung di ASIOP Training Ground (ATG) Sentul dan AYO Arena Sentul pada 19-23 Agustus.

Perinciannya adalah sembilan negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam), dua Asia Selatan (Pakistan, Sri Lanka), dan dua Asia Timur (Jepang, China).

Kategori usia yang dipertandingkan ada lima, yakni U-10 Boys, U-12 Boys, U-15 Boys, U-15 Girls, dan U-17 Boys. GIC memberikan panggung unjuk kemampuan bagi pemain muda.

1. Tujuan Utama

Kompetisi usia muda

Tujuan utamanya tentu saja mempersiapkan pesepakbola top masa depan untuk Timnas Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pula jebolan GIC dari negara lain yang kelak bersinar di level senior.

Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafri, meyakini turnamen internasional yang pertama kali digelar pada 2015 ini akan memberikan kontribusi besar. Eks pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-22 ini bahkan teringat kepada turnamen elite, Tournoi Maurice Revello atau yang dulu dikenal dengan nama Toulon.

"GIC tahun ini sudah penyelenggaraan keenam. Kami punya pengalaman menggelar turnamen usia muda yang berkualitas dan kompetitif," ujar Indra Sjafri dalam press conference GIC 2026 di Hotel Horison Ultima Sayaga, Kab. Bogor, Selasa 12 Agustus 2026.

"Saya berkeinginan event ini minimal bisa seperti Toulon. Diminati tim-tim dari banyak negara dengan akademi-akademi terbaik mereka datang, sehingga GIC bisa melahirkan pemain-pemain hebat," jelas eks pelatih Bali United itu.

Dalam rangka mengikuti jejak Toulon, GIC memiliki rencana menyusun database pemain. Bukan cuma yang berpartisipasi tahun ini, melainkan juga edisi-edisi sebelumnya.

"Mulai dari sekarang kami akan mendata dan review kalau perlu dari event pertama sampai kelima lalu. Bisa ketahuan siapa-siapa saja pemain yang sudah membela tim nasional, baik Indonesia maupun negara lain," papar Indra Sjafri.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement