KEBERADAAN kompetisi yang berkualitas merupakan salah satu bagian penting dalam pembinaan sepakbola usia dini. Garuda International Cup (GIC) 2026 hadir memberikan standar tinggi.

Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafri, mengakui perhatian terhadap pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Terlebih, kompetisi yang dihadirkan PSSI selaku federasi bisa dibilang terbatas dan hanya mencakup skala nasional seperti Piala Soeratin dan Elite Pro Academy.
Sudah saatnya PSSI mulai mempertimbangkan untuk lebih memperhatikan kualitas kompetisi usia dini sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus di Timnas Indonesia. Inovasi mengundang tim-tim dari luar negeri yang diterapkan di turnamen level senior seperti Piala Presiden seharusnya juga bisa diaplikasikan ke pembinaan usia dini.
Hal inilah yang selama ini sudah dilakukan oleh GIC. Secara konsisten menggelar kompetisi untuk kelompok usia muda dengan kualitas internasional.
Tim-tim dari Indonesia mendapat pengalaman serta merasakan bertanding melawan negara lain. Sebuah bekal berharga tentunya untuk kelanjutan karier sepak bola ke depan
"Saya melihat kompetisi usia muda ini masih saja dinomorduakan, padahal fondasi Timnas Indonesia berawal dari sini," kata Indra Sjafri dalam press conference GIC 2026 di Hotel Horison Ulita Sayaga Cibinong, Selasa 12 Agustus 2026.
"Pengalaman saya sebagai pelatih Timnas Indonesia usia muda, PSSI sangat terbantu dengan event-event seperti GIC ini. Kompetisi berkualitas yang turut menempa teknik dan mental pemain muda," sambung mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 itu.