JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara soal kembali viralnya pusat pelatihan (Training Center) Timnas Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN). Apalagi, venue tersebut dibangun dengan dana hibah dari FIFA.
Isu tersebut kembali mencuat setelah video Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang diunggah ulang oleh akun Threads bernama @cocot_bersama viral. Ia mempertanyakan fasilitas tersebut tak kunjung selesai dan dipergunakan hingga hari ini meski didanai FIFA.

Menanggapi hal tersebut, Erick menegaskan pembangunan Training Center tersebut tidak sepenuhnya didanai oleh FIFA. Melainkan, ada juga kerja sama dengan pemerintah RI termasuk PSSI.
“Training Center IKN itu bekerja sama pemerintah dan FIFA. Tanahnya dari Pemerintah Republik, sebagian dananya dari FIFA, sebagian dananya dari PSSI. Makanya jadi itu,” kata Erick saat diwawancarai di Kantor Kemenpora, Jumat 31 Juli 2026.
Mantan Presiden Inter Milan itu mengungkapkan, alasan fasilitas belum dipergunakan karena terkendala serah terima terkait lahan tersebut. Ia menjelaskan proses dari pemerintah baru saja selesai dilakukan secara administratif.
Menurut Erick, jeda waktu tersebut terjadi akibat transisi pemerintahan serta penataan ulang struktur kementerian. Ketelitian dalam proses serah terima sangat penting untuk menghindari potensi masalah hukum atau sengketa.
Erick mencontohkan beberapa kasus pembangunan stadion oleh pemerintah pusat yang sempat bermasalah karena terlambat diserahterimakan ke pemerintah daerah. Akibatnya, saat ada kerusakan, timbul ketidakjelasan mengenai pihak mana yang bertanggung jawab untuk mendanai perbaikannya.
"Baru kemarin suratnya keluar. Kemarin kan baru ada pergantian pemerintah dan pemisahan kementerian. Nah, surat serah terima lahannya baru saja kami terima," papar Erick.
“Kenapa? Kalau itu belum serah terima, kami sudah menggunakan, kalau ada kerusakan itu jadi dispute. Seperti beberapa stadion yang sudah dibangun pemerintah pusat, ya, belum diserahterimakan ke pemerintah daerah,” sambungnya.

“Hari ini ada beberapa kendala itu masih menjadi dispute, siapa yang memperbaiki kondisi daripada lapangan itu. Nah, jadi seperti itu,” tegasnya.
Oleh karena itu, Erick menegaskan fasilitas TC IKN baru akan resmi dipergunakan secara aktif setelah seluruh proses administrasi serah terima benar-benar tuntas. Sebab, ia tidak mau dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab bila ada kerusakan.
"Setelah diserahterimakan, baru kami gunakan. Kalau belum diserahterimakan lalu kami pakai dan ada kerusakan, nanti malah jadi masalah. Kami tidak mau dianggap merusak fasilitas yang secara hukum belum resmi diserahkan," pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.