BANDUNG — Peta persaingan kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia musim 2026-2027 dipastikan semakin memanas. Dua klub rival abadi, Persib Bandung dan Persija Jakarta, kompak melakukan perombakan di kursi juru taktik dengan mengusung filosofi kepelatihan yang sangat kontras.
Persib Bandung memilih Igor Tolic untuk melanjutkan tongkat estafet kesuksesan klub. Pelatih asal Kroasia tersebut ditunjuk sebagai suksesor Bojan Hodak dengan misi besar mempertahankan dominasi Pangeran Biru, baik di kompetisi domestik maupun di level internasional.
Tolic dibekali kedalaman taktik Eropa modern dengan formasi dasar bertahan 4-3-3. Kelebihan utama Tolic adalah adaptasi yang cepat, mengingat dirinya sudah menjadi bagian dari tim juara Persib selama tiga musim terakhir.
Demi mendukung taktiknya, Tolic mendaratkan enam penggawa anyar berkualitas. Lini serang dan bertahan Persib kini diperkuat nama-nama beken seperti Gabriel Mutombo, Sandy Walsh, Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic.
Di kubu seberang, Persija Jakarta membuat gebrakan besar dengan meminang Shin Tae-yong (STY). Kehadiran mantan arsitek Timnas Indonesia ini langsung melambungkan gairah The Jakmania yang merindukan standar kedisiplinan tinggi serta mentalitas petarung di dalam tim.
STY langsung merombak masif komposisi Macan Kemayoran dengan mendatangkan tujuh pemain baru. Mereka adalah Kyohei Yoshino, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Pratama Arhan, Victor Dethan, Aqil Savik, hingga bek kanan Kerim Memija.
Dalam hal taktik, STY menerapkan sepakbola pragmatis yang mementingkan hasil ketimbang estetika permainan, hal itu sempat terlihat saat ia menangani Timnas Indonesia. Namun, pada awal perkenalan, juru taktik asal Korea Selatan itu mengatakan akan tampil berbeda dan membuat Persija bermain lebih menyerang.
Terlepas dari strategi apa yang akan dimainkan nanti, menariknya kehadiran Arhan dan bertahannya Witan Sulaeman mengindikasikan STY bakal mengandalkan alumni Timnas Indonesia di eranya, bahkan rumornya Marselino Ferdinan serta Asnawi Mangkualam ikut dibidik.
Meski sama-sama berstatus pelatih baru, tantangan yang dihadapi kedua pelatih ini berada di jalur yang berbeda. STY memikul ekspektasi instan untuk memutus puasa gelar Persija dengan fokus penuh pada target juara Super League musim ini, terlebih tahun depan, tepatnya 22 Juli 2027 akan menjadi perayaan hari jadi ke-500 kota Jakarta.
Jadi, Persija mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat untuk bersinar agar bisa memberikan kado juara untuk warga Jakarta.
Sementara itu, Igor Tolic dihadapkan pada ujian berat berupa jadwal kompetisi yang sangat padat. Pelatih Kroasia tersebut harus memutar otak karena Persib akan bertarung di empat ajang sekaligus, yakni Super League, Piala Liga (League Cup), AFC Champions League 2, dan ASEAN Club Championship.
Jelas dari segi beban kompetisi, Tolic memikul paling berat. Ia harus memutar otak mengatur skuadnya dengan baik agar bisa tetap maksimal di empat kompetisi tersebut.
Tak heran jika sejauh ini, Persib pun mendatakan nama-nama pemain top untuk membantu Pangeran Biru bersaing di musim 2026-2027 mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.