Di sisi lain, Ronald Koeman tetap teguh mempertahankan keputusan taktisnya meski mendapat tekanan hebat. Pelatih berusia 63 tahun itu berdalih perubahan strategi tersebut sudah didiskusikan bersama tim.
"Saya memutuskan bermain seperti ini karena kami memberikan terlalu banyak ruang di fase grup. Maroko adalah tim yang luar biasa dengan pemain bintang. Saya tidak menyesalinya sama sekali," ungkap Koeman kepada NOS.
Koeman juga menjelaskan pergantian pemain di babak perpanjangan waktu, termasuk menarik keluar Frenkie de Jong dan Cody Gakpo, dilakukan demi mempersiapkan algojo penalti. Namun, strategi tersebut terbukti tidak berjalan sesuai rencana.
Kini, posisi Koeman sebagai pelatih kepala berada di ujung tanduk setelah kegagalan tragis ini. Sementara itu, Maroko melenggang ke babak 16 besar untuk menantang salah satu tuan rumah, Kanada, di Houston.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.