JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan tidak ada ruang untuk perundungan dan diskriminasi dalam sepak bola.
Erick mengacu pada statuta PSSI dan FIFA'S Global Stand yang tidak menoleransi tindakan perundungan dan diskriminasi, terkhusus kepada pemain. Mantan pemilik Inter Milan itu mengutuk segala tindakan tak terpuji tersebut.
"Dalam statuta PSSI dan FIFA’S Global Stand Against Racism mengutuk segala tindakan diskriminasi, bullying dan rasisme," kata Erick dilansir dari akun Instagram pribadinya (@erickthohir), Rabu (10/6/2026).

"Tindakan tersebut juga patut ditindak agar tidak ada lagi diskriminasi, bullying dan rasisme dalam sepak bola," sambungnya tegas.
Dalam statuta PSSI, tepatnya Pasal 4 Ayat 7, menegaskan segala bentuk diskriminasi dilarang dan dapat diberikan hukuman serta tindakan disiplin lainnya. Dalam FIFA'S Global Stand, terdapat lima poin yang difokuskan untuk memberantas perundungan dan diskriminasi.
Salah satunya adalah aksi nyata di lapangan untuk mencegah diskriminasi dan perundungan. Aturan bersama ini disepakati oleh 211 anggota FIFA dalam sebua kongres di Bangkok, Thailand pada 2024.
Pernyataan tegas Erick keluar saat ramai dugaan perundungan terhadap Beckham Putra usai laga Timnas Indonesia versus Mozambik, Selasa (9/6/2026). Pemain Timnas Indonesia itu diduga mendapat tindakan provokasi dari suporter.