TIMNAS Jerman hadir di Piala Dunia 2026 bukan sekadar untuk berpartisipasi. Die Mannschaft datang membawa misi besar dan membuktikan bahwa era baru tanpa Toni Kroos dan Thomas Muller bukan akhir dari kejayaan, melainkan awal dari babak baru yang lebih segar dan mematikan.
Setelah kegagalan melewati fase grup pada edisi 2018 dan 2022, pelatih Julian Nagelsmann kini dipercaya memimpin proyek kebangkitan generasi baru Jerman.
Dengan amunisi muda berbakat seperti Florian Wirtz dan Jamal Musiala, Der Panzer kembali tampil sebagai salah satu kandidat juara paling serius di turnamen ini.

Jerman adalah salah satu dinasti terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Ya, timnas Jerman tercatat tampil dalam putaran final Piala Dunia sebanyak 21 kali dari 23 edisi yang pernah digelar, menunjukkan konsistensi yang nyaris tak tertandingi.
Jerman telah mengoleksi empat gelar juara Piala Dunia sepanjang sejarah, menjadikan mereka negara Eropa paling sukses di turnamen ini.
Tiga gelar diraih saat masih bernama Jerman Barat pada tahun 1954, 1974, dan 1990, sementara gelar terakhir hadir setelah mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2014 di Brasil.
Namun setelah puncak 2014 itu, Jerman memasuki periode kelam. Dua Piala Dunia berturut-turut berakhir tanpa prestasi berarti. Kini, dengan wajah-wajah baru, giliran generasi Wirtz-Musiala memikul beban sejarah Die Mannschaft.
Julian Nagelsmann lahir di Landsberg am Lech, Jerman Barat, pada 23 Juli 1987, dan resmi dipilih sebagai pelatih timnas Jerman pada September 2023, menggantikan Hansi Flick yang dipecat.
Kariernya sebagai pelatih terbilang fenomenal. Nagelsmann memulai di Hoffenheim, membangun tim yang solid, sebelum membawa RB Leipzig menembus final DFB Pokal dan tampil apik di Liga Champions.
Pencapaian di Leipzig kemudian memikat Bayern Munich, di mana ia meraih gelar Bundesliga 2021/2022.