Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Penyesalan Mantan Bintang Liverpool, Kecewa Memilih The Reds ketimbang Gabung Manchester United

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2026 |18:30 WIB
Kisah Penyesalan Mantan Bintang Liverpool, Kecewa Memilih <i>The Reds</i> ketimbang Gabung Manchester United
El Hadji Diouf saat masih membela Liverpool (kanan kedua). (Foto: Manchester Evening News)
A
A
A

MANTAN bintang Timnas Senegal, El Hadji Diouf, menyesali keputusannya bergabung ke Liverpool pada tahun 2002 karena pilihan itu justru menjadi nisan bagi reputasinya di Inggris. Diouf bahkan secara terbuka mengakui bahwa keputusannya merapat ke Anfield adalah sebuah kesalahan besar yang terus ia sesali, apalagi kala itu ia juga memiliki peluang bergabung ke Manchester United.

Diouf datang ke Liverpool dengan ekspektasi setinggi langit setelah tampil fenomenal di Piala Dunia 2002. Pelatih Gerard Houllier kala itu rela merogoh kocek sebesar 10 juta pounds untuk memboyongnya dari Lens.

Namun, apa yang diharapkan menjadi awal dari sebuah legenda justru berubah menjadi rentetan kontroversi dan kebencian yang mendalam.

1. Gagal di Liverpool

Awal karier Diouf di Liverpool sebenarnya sempat memberikan harapan lewat dwigol pada laga debutnya di Anfield. Namun, itu hanyalah kilatan sesaat.

Selama mengenakan seragam The Reds, Diouf hanya mampu mencatatkan 6 gol dari 80 penampilan, sebuah statistik yang sangat menyedihkan bagi seorang penyerang nomor 9. Bahkan, ia sempat melewati satu musim penuh di Premier League tanpa mencetak satu gol pun ke gawang lawan.

El Hadi Diouf. Sportskeeda
El Hadji Diouf. Sportskeeda

Bukan hanya tumpul di depan gawang, perilaku Diouf di luar teknis juga memicu kemarahan. Momen paling kelam terjadi dalam laga Piala UEFA melawan Celtic tahun 2003, di mana ia tertangkap kamera meludahi pendukung lawan.

Insiden ini berujung pada denda dua minggu gaji dan skorsing. Tak heran jika pada tahun 2018, saat ditanya klub mana yang paling ia sesali, ia menjawab dengan ketus itu adalah Liverpool.

"Saya akan katakan Liverpool. Jika saya bisa mengulang waktu, saya lebih baik bergabung dengan Manchester United,” ungkap Diouf, melansir dari Give Me Sport, Minggu (3/5/2026).

 

2. Musuh Bersama Carragher dan Gerrard

Ketidaksukaan Diouf terhadap Liverpool ternyata berbalas lebih kejam dari para legenda klub. Jamie Carragher dan Steven Gerrard secara terang-terangan menyebut Diouf sebagai rekan setim terburuk yang pernah mereka miliki.

Carragher mengejek rasio golnya yang memprihatinkan, sementara Gerrard dalam otobiografinya menulis bahwa Diouf adalah pemain yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak memiliki hati untuk klub.

"Dia adalah pemain terakhir yang dipilih saat latihan," sindir Carragher.

El Hadji Diouf dan Jamie Carragher
El Hadji Diouf dan Jamie Carragher

Sementara Gerrard menekankan bahwa sikap Diouf sangat tidak selaras dengan nilai-nilai perjuangan di Melwood. Di saat rekan-rekannya mengangkat trofi Liga Champions pada 2005, Diouf justru terdepak ke klub-klub papan tengah seperti Bolton Wanderers, Blackburn, hingga akhirnya mengakhiri karier di Malaysia pada 2016.

Penyesalannya ingin bergabung ke Man United mungkin didasari fakta bahwa di bawah Sir Alex Ferguson, ia mengira setidaknya punya peluang meraih gelar juara ketimbang menjadi sosok paling dibenci di Merseyside.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement