Selain masalah ketajaman, skema permainan yang diterapkan tim pelatih juga tak luput dari sorotan. Bung Ropan mengkritik penggunaan strategi bola-bola panjang yang dianggap tidak sesuai dengan karakteristik pemain Garuda Asia.
Taktik ini dinilai sangat mudah dibaca dan dipatahkan oleh lawan-lawan Indonesia.
"Satu hal yang saya perhatikan: bermain bola panjang terasa tidak benar. Itu tidak cocok. Saya tidak tahu apakah ini instruksi langsung dari Kurniawan atau bukan,” sambung Bung Ropan.
“Para pemain muda terus melakukannya, dan pemain Malaysia dengan mudah membaca permainan ini. Tidak ada skema serangan yang cantik, dan peran pengatur serangan di lini tengah pun tampak hilang," imbuhnya.
Dengan waktu tinggal menghitung hari lagi sebelum kick-off Piala Asia U-17 2026, tim pelatih dihadapkan pada tugas berat untuk menambal lubang di berbagai lini. Jika masalah akurasi umpan di area sepertiga akhir dan ketergantungan pada bola panjang tidak segera dibenahi, ambisi Timnas Indonesia U-17 untuk lolos dari fase grup sekaligus mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026 terancam sirna.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.