PERSIAPAN Timnas Indonesia U-17 harus benar-benar serius menghadapi putaran final Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar mulai 5 Mei mendatang. Kegagalan menyakitkan di level Piala AFF U-17 2026, ditambah rapor merah selama laga uji coba, membuat publik meragukan peluang skuad Garuda Asia untuk bersaing di Grup Neraka bersama Jepang, China, dan Qatar.
Tren negatif ini bukan tanpa alasan. Sebelum tersingkir prematur di level Asia Tenggara, Timnas Indonesia U-17 tercatat menelan lima kekalahan beruntun di laga persahabatan, termasuk kekalahan telak dengan skor identik 0-7 saat bersua China dan Korea Selatan.
Rentetan hasil buruk ini memicu kritik tajam dari berbagai pengamat sepak bola nasional. Salah satu kritik keras datang dari pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan.
Dalam suatu podcast, Bung Ropan menyoroti bagaimana permainan anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto yang kerap mendominasi penguasaan bola namun sangat lemah dalam penyelesaian akhir serta disiplin pertahanan.
"Hal terpenting tetaplah hasil. Siapa yang menang di akhir pertandingan, itulah yang penting. Karena jika kita menguasai bola tetapi membiarkan lawan melepaskan terlalu banyak tembakan, itu sia-sia. Hal itu terlihat jelas dalam pertandingan melawan Malaysia. Mereka bermain efektif, sangat cerdas, dan sangat disiplin," ujar Ropan, dikutip dari Soha, Kamis (23/4/2026).
Kelemahan ini terlihat nyata saat Timnas Indonesia U-17 dipaksa menyerah oleh Malaysia. Meski agresif di babak kedua, penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang demi peluang terbuang percuma.
Bung Ropan menekankan kemampuan penyelesaian akhir jelas menjadi rapor merah yang paling mencolok dari tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut.