Inti dari permasalahan teknis ini terletak pada regulasi ekonomi di Eredivisie. Sebagai pemain dengan paspor non-Uni Eropa (setelah menjadi WNI), klub-klub Belanda wajib memberikan upah minimum sebesar 608.000 Euro atau sekira Rp11,7 miliar per tahun.
Angka ini menjadi beban finansial yang sangat berat bagi klub-klub papan tengah dan bawah di Belanda. Van Wissing mencontohkan situasi Mees Hilgers dan Dean James yang bisa kehilangan daya tarik di mata klub Eredivisie karena standar gaji tinggi tersebut.
Dean James di Go Ahead Eagles, misalnya, dikabarkan hanya menerima gaji di kisaran Rp2,5 miliar per tahun—jauh di bawah ambang batas minimum pemain asing.
PSSI sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa persoalan ini murni masalah teknis administrasi antara klub dan KNVB. Meski izin kerja para pemain tersebut sedang disesuaikan, pihak federasi menegaskan kendala di level klub ini sama sekali tidak memengaruhi keabsahan mereka untuk tetap memperkuat Skuad Garuda di ajang internasional.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.