Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pedas! Jurnalis Belanda Sebut Langkah Mees Hilgers dan Dean James Bela Timnas Indonesia sebagai Keputusan Bodoh

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 05 April 2026 |13:38 WIB
Pedas! Jurnalis Belanda Sebut Langkah Mees Hilgers dan Dean James Bela Timnas Indonesia sebagai Keputusan Bodoh
Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers. (Foto: Instagram/meeshilgerss)
A
A
A

AMSTERDAM – Gelombang naturalisasi pemain keturunan Timnas Indonesia yang gencar dilakukan PSSI kini mendapat sorotan tajam dari media Belanda. Jurnalis RTV Oost, Tijmen van Wissing, melontarkan kritik pedas terhadap keputusan para pemain seperti Mees Hilgers, Dean James, hingga Tim Geypens yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Menurut Van Wissing, para pemain dan agen mereka tidak mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dengan matang. Kritik ini muncul menyusul adanya investigasi dari Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) terkait status izin kerja para pemain yang kini menyandang paspor non-Uni Eropa.

Akibatnya, sejumlah nama seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard), Dean James (Go Ahead Eagles), Tim Geypens (FC Emmen), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II) dilaporkan dilarang tampil sementara hingga administrasi mereka tuntas.

1. Kritik Pedas

Tijmen van Wissing menilai para pemain muda ini terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. Ia menyoroti hilangnya paspor Belanda sebagai risiko besar yang seringkali diabaikan.

Dalam sebuah diskusi di De Oosttribune, Van Wissing menyatakan keheranannya mengapa masalah administratif ini baru mencuat sekarang.

"Saya pikir itu jauh lebih bodoh dari para pemain dan agen mereka seharusnya memikirkannya dengan matang jangan terburu-buru. Tom Knipping dari Voetbal International menulis artikel yang sangat bagus tentang itu di Indonesia, aturannya menyatakan bahwa jika Anda memperoleh kewarganegaraan tersebut, Anda akan kehilangan paspor Belanda Anda," tegas Van Wissing, dikutip dari De Oosttribune, Minggu (5/4/2026).

Dean James
Dean James

Van Wissing bahkan menggunakan diksi yang cukup keras terhadap pemain muda FC Emmen, Tim Geypens, yang dianggapnya menjadi korban"dari masifnya gerakan naturalisasi.

"Geypens seharusnya tidak tertipu oleh kampanye Indonesia itu. Memang bagus mereka terbang ke sana, tetapi itu hanya berujung pada kesengsaraan," tambahnya.

 

2. Benturan Aturan Gaji

Inti dari permasalahan teknis ini terletak pada regulasi ekonomi di Eredivisie. Sebagai pemain dengan paspor non-Uni Eropa (setelah menjadi WNI), klub-klub Belanda wajib memberikan upah minimum sebesar 608.000 Euro atau sekira Rp11,7 miliar per tahun.

Angka ini menjadi beban finansial yang sangat berat bagi klub-klub papan tengah dan bawah di Belanda. Van Wissing mencontohkan situasi Mees Hilgers dan Dean James yang bisa kehilangan daya tarik di mata klub Eredivisie karena standar gaji tinggi tersebut.

Justin Hubner. (Foto: Instagram/justinhubner5)
Justin Hubner. (Foto: Instagram/justinhubner5)

Dean James di Go Ahead Eagles, misalnya, dikabarkan hanya menerima gaji di kisaran Rp2,5 miliar per tahun—jauh di bawah ambang batas minimum pemain asing.

PSSI sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa persoalan ini murni masalah teknis administrasi antara klub dan KNVB. Meski izin kerja para pemain tersebut sedang disesuaikan, pihak federasi menegaskan kendala di level klub ini sama sekali tidak memengaruhi keabsahan mereka untuk tetap memperkuat Skuad Garuda di ajang internasional.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement