Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maarten Paes Coba Introspeksi Usai Ajax Amsterdam Digasak Groningen 1-3

Andika Rachmansyah , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |04:43 WIB
Maarten Paes Coba Introspeksi Usai Ajax Amsterdam Digasak Groningen 1-3
Maarten Paes mencoba introspeksi usai Ajax Amsterdam digasak Groningen 1-3 (Foto: Instagram/@afcajax)
A
A
A

MAARTEN Paes tak hanya meluapkan kekecewaan usai Ajax Amsterdam digasak FC Groningen 1-3 di Liga Belanda 2025-2026. Ia juga berusaha introspeksi diri.

Paes tampil penuh saat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Groningen di Stadion Euroborg pada Sabtu 7 Maret 2026 malam WIB. Sayangnya, skuad De Godenzonen menelan kekalahan 1-3 dari tuan rumah. 

1. Tidak Berubah

Maarten Paes beraksi di laga PEC Zwolle vs Ajax Amsterdam (Foto: Instagram/@maartenpaes)

Kedua kesebelasan sempat bermain imbang di paruh babak. Namun selepas jeda turun minum, Paes menyebut Ajax masuk ke lapangan tidak memiliki semangat yang kuat. Ia bahkan melihat situasi tetap tidak berubah setelah tertinggal 1-2. 

"Di babak pertama, selain gol itu, tidak banyak yang terjadi, tetapi kami tidak keluar dari ruang ganti dengan semangat yang kuat," kata Paes, dilansir dari Voetbal International, Selasa (10/3/2026).

"Dan setelah skor 2-1, kami tidak menunjukkan apa pun bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan,” sambung kiper Timnas Indonesia itu.

2. Apa yang Salah

Meski kecewa dengan performa timnya, Paes enggan menyalahkan siapa-siapa. Ia memilih untuk instrospeksi diri, meski menyadari ada yang salah dengan Ajax.

“Namun, saya melihat diri saya sendiri terlebih dahulu. Saya bukan tipe orang yang suka menyalahkan orang lain; saya sudah dewasa, jadi saya bertanggung jawab, tetapi saya pikir Anda semua melihat bahwa kami saling mengecewakan pada akhirnya,” ungkap Paes. 

 

Penjaga gawang berusia 27 tahun itu menilai Ajax kekurangan rasa kebersamaan sebagai sebuah tim. Menurutnya, kekompakan dan semangat saling mendukung antar pemain sangat penting, terutama ketika sedang dalam situasi sulit. 

“Sebuah tim, orang-orang yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain. Di saat-saat sulitlah kami akan melihat yang terbaik, apakah kami benar-benar sebuah tim atau tidak. Kami semua perlu bercermin dan melihat bagaimana kami bisa berkembang,” ucapnya. 

Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)

“Saat menang, semua orang berteman. Di saat-saat sulitlah kami akan melihat yang terbaik, apakah kamibersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain, apakah kita saling mendukung,” sambung eks kiper FC Utrecht itu.

“Sepakbola adalah permainan yang penuh kesalahan, kita semua melakukannya, tetapi setidaknya kami harus menjadi sebuah tim,” tandas Paes. 

Kekalahan tersebut membuat Ajax Amsterdam turun di peringkat keempat klasemen sementara Liga Belanda 2025-2026. Mereka mengoleksi 44 poin, sama seperti FC Twente yang sedang duduk di peringkat ketiga. 

(Wikanto Arungbudoyo)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement