PSSI lewat Sekretaris Jenderal Yunus Nusi menanggapi insiden intimidasi yang menimpa wartawan di laga Malut United vs PSM Makassar di Super League 2025-2026. Federasi mengecam keras aksi tersebut.
Duel Malut United vs PSM Makassar tersaji pada lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu 7 Maret 2026. Pertandingan tersebut berjalan begitu seru hingga skor berakhir imbang 3-3.

Namun duel seru tersebut diwarnai dua insiden tidak mengenakan. Pertama, wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin laga tersebut mendapat intimidasi dari oknum suporter usai laga. Pemegang lisensi FIFA itu dipukul oleh oknum suporter saat menuju ruang ganti wasit selepas pertandingan.
Kekesalan suporter Malut United diduga karena keputusan Thoriq yang tidak mengesahkan gol David da Silva pada injury time. Keputusan diambil setelah sang pengadil meninjau lewat VAR dan menilai bomber berpaspor Brasil itu sudah melakukan pelanggaran terlebih dahulu sebelum mencetak gol.
Selain itu, terjadi intimidasi terhadap wartawan yang meliput pertandingan. Salah satu yang menjadi korban adalah jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Djailani. Ia didatangi, diintimidasi, dan dipaksa oleh pria yang diduga ofisial tim Malut United untuk menghapus rekaman video.
PSSI, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih, kejadian tersebut terjadi pada klub kasta pertama. Yunus menilai hal seperti itu seharusnya tidak perlu terjadi.
“PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I-League, klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi. Baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media, dan lain-lain,” kata Yunus dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/3/2026).
“Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohon lah kawan-kawan klub, apalagi disana ada ofisial yang ditengarai. Kita berharap apapun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan yang fatal yang dilakukan. Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang,” sambung pria asal Gorontalo itu.
Yunus memastikan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi Komite Disiplin PSSI. Artinya, Malut United kemungkinan besar akan mendapat sanksi atas pemukulan wasit yang dilakukan oleh oknum suporter dan intimidasi terhadap wartawan peliput.