"Saya sangat senang bermain bersamanya, dia benar-benar memberikan kepuasan tersendiri saat diajak bermain bersama dan dia adalah seorang jenius dalam apa yang dilakukannya. Saya selalu mengatakan hal yang sama setiap kali ada yang bertanya (siapa yang terbaik), saya selalu menjawab Scholesy,” tambahnya.
Ketajaman penilaian Carrick tidak hanya berlaku untuk rekan setim, tetapi juga untuk lawan. Manchester United memang pernah dua kali dibuat bertekuk lutut oleh Barcelona yang dimotori Lionel Messi pada final Liga Champions 2009 dan 2011. Namun, secara mengejutkan, bukan Messi yang ia labeli sebagai lawan paling sulit.
Carrick justru menunjuk Clarence Seedorf sebagai lawan paling tangguh yang pernah ia hadapi di lapangan hijau. Legenda Belanda yang menjuarai Liga Champions di tiga klub berbeda itu dianggap memiliki karisma dan kemampuan yang sanggup merepotkan Carrick lebih dari siapa pun.
"Messi memang ada di jajaran atas, tapi Seedorf saat dia bermain untuk Milan (adalah yang tersulit)," imbuh Carrick.
Meski ia mengakui kuartet Busquets, Iniesta, Xavi, dan Messi adalah grup terbaik yang pernah ada, secara individu, Seedorf tetap menjadi memori paling menantang dalam karier bertandingnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.