KOMPETISI kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League, kembali menerapkan kebijakan khusus selama bulan suci Ramadhan 2026. Mulai 17 Februari 2026, wasit dan kapten tim diizinkan untuk menghentikan pertandingan sejenak guna memberi kesempatan bagi pemain Muslim berbuka puasa di pinggir lapangan.
Untuk periode Ramadan 2026 yang berlangsung sejak 17 Februari hingga 19 Maret, jeda pertandingan hanya akan terjadi pada laga yang bertepatan dengan waktu terbenamnya matahari (maghrib) di Inggris.
Mengingat waktu terbenam matahari berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 GMT, pertandingan yang terdampak umumnya adalah laga Sabtu sore (pukul 17.30 waktu setempat) dan Minggu sore (pukul 16.30 waktu setempat).
Sesuai aturan, pertandingan tidak akan dihentikan secara tiba-tiba saat bola sedang dimainkan. Wasit akan menunggu momen penghentian alami seperti saat tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau tendangan bebas.
Jeda singkat ini murni ditujukan agar pemain seperti Mohamed Salah, William Saliba, hingga Amad Diallo dapat mengisi energi dengan cairan atau gel energi, dan dilarang keras digunakan oleh pelatih untuk memberikan instruksi taktis atau tactical time-out.
Tradisi ini sebenarnya sudah dimulai sejak April 2021 dalam laga antara Leicester City melawan Crystal Palace. Saat itu, Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate menjadi pemain pertama yang merasakan manfaat dari aturan ini.