BANDUNG – Kemenangan tipis 1-0 Persib Bandung atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) 2025-2026, pada Rabu 18 Februari 2026, berakhir dengan noda besar. Meski Andrew Jung berhasil mencetak gol tunggal, agregat 1-3 memastikan langkah Maung Bandung terhenti.
Namun, sorotan utama justru datang dari media Thailand, Siam Sport, yang melaporkan adanya potensi hukuman berat dari AFC menyusul kerusuhan yang pecah setelah peluit panjang dibunyikan.
Insiden bermula ketika segelintir oknum suporter melakukan aksi turun ke lapangan tak lama setelah wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani, mengakhiri laga. Situasi yang tidak kondusif tersebut memaksa para pemain Ratchaburi FC dan perangkat pertandingan berlari menyelamatkan diri ke ruang ganti.
Bahkan, pelatih Bojan Hodak dan para pemain Persib harus turun tangan langsung untuk menenangkan massa agar situasi tidak semakin keruh.
Media Thailand, Siam Sport, secara gamblang menyebut tindakan oknum suporter tersebut telah mencoreng citra sepak bola Asia Tenggara di kancah internasional. Dalam laporannya, mereka menegaskan Persib Bandung kini berada dalam radar Komite Disiplin dan Etik AFC dengan ancaman hukuman yang tidak main-main.
"Persib Bandung bisa menghadapi sanksi berat dari AFC, mulai dari denda yang besar hingga larangan menggunakan kandang mereka atau dipaksa bermain tanpa penonton musim ini," tulis Siam Sport dalam artikelnya, dikutip Kamis (19/2/2026).
Media tersebut menilai, pembiaran kerusuhan kecil di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini telah merusak reputasi kompetisi yang sedang dibangun dengan standar profesional tinggi.
Berdasarkan regulasi ketat AFC, terdapat tiga lapisan hukuman yang kini menghantui Persib Bandung. Pertama, hukuman larangan bermain tanpa penonton yang akan menjadi kerugian besar bagi Bobotoh.
Tanpa dukungan langsung di tribun pada laga Asia mendatang, Persib kehilangan kekuatan utamanya sekaligus pemasukan dari sektor tiket.
Kedua, sanksi denda finansial dalam jumlah fantastis. Persib yang diprediksi telah mengantongi pendapatan sekitar Rp10,1 miliar dari partisipasi dan bonus kemenangan di ACL 2 musim ini, terancam kehilangan pundi-pundi tersebut jika denda miliaran rupiah dijatuhkan.
Ketiga, skenario terburuk berupa pengurangan poin hingga diskualifikasi. Mengingat Persib memiliki catatan beberapa kali berurusan dengan komisi disiplin, status sebagai "pelanggar berulang" bisa membuat AFC mengambil langkah ekstrem yang mengancam eksistensi Maung Bandung di level internasional.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.