Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Respons PSSI soal Disebut Merayu 10 Pemain Diaspora Gabung Klub Super League 2025-2026

Andika Rachmansyah , Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |06:00 WIB
Respons PSSI soal Disebut Merayu 10 Pemain Diaspora Gabung Klub Super League 2025-2026
Banyak pemain diaspora berkarier di Super League 2025-2026. (Foto: Isra Triansyah/Okezone)
A
A
A

ANGGOTA Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, membantah isu ikut merayu para pemain diaspora untuk bermain di Super League 2025-2026. Arya Sinulingga menegaskan, isu tersebut hanyalah teori konspirasi.

1. Sepuluh Pemain Diaspora Gabung Klub Super League 2025-2026

Belakangan ini para pemain diaspora ramai-ramai merapat ke klub Super League. Total, ada 10 pemain diaspora yang kini bermain di Liga Indonesia termasuk Jordi Amat, Thom Haye, Shayne Pattynama, dan Ivar Jenner.

Thom Haye pilih berkarier di Persib Bandung. (Foto: Persib.co.id)
Thom Haye pilih berkarier di Persib Bandung. (Foto: Persib.co.id)

Bergabungnya para pemain diaspora disebut-sebut sebagai upaya PSSI memudahkan mereka bergabung Timnas Indonesia saat Piala AFF bergulir. Turnamen itu diketahui tak masuk dalam kalender resmi FIFA.

Soal isu ini, Arya Sinulingga dengan tegas membantah adanya intervensi PSSI terhadap eksodus para pemain diaspora ke Super League. Pria berkacamata itu mengatakan, seluruh proses transfer yang berlangsung merupakan urusan klub.

"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya," kata Arya Sinulngga di Jakarta, Senin 9 Februari 2026.

"Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI. Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi," sambungnya.

"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub untuk enggak ada lah. Mana ada. Mana enggak pernah terjadi seperti itu," tambahnya tegas.

 

2. Minta Publik Tidak Terjebak

Arya Sinulingga juga mengkritik para pengamat yang kurang bijak dalam menanggapi isu ini. Selain itu, ia juga mengingatkan publik agar tidak terjebak dengan kabar burung yang belum pasti kebenarannya.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)

Arya kembali menegaskan, PSSI tidak ada sangkut pautnya soal proses transfer yang terjadi di klub Super League. Apalagi diketahui, PSSI bukan pihak yang menggaji para pemain.

"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita (PSSI) kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain. Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas," tutur Arya Sinulingga.

"Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas gitu lho. Malu lho. Di mana logikanya gitu. Ya, jadi pengamat tuh harus cerdas juga, jangan enggak cerdas. Kasihan nanti dihitung orang logikanya. Ya?," pungkasnya.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement