Setelah dua tahun menjalani pendidikan di Pertamina Soccer School, Falen mengambil keputusan besar. Ia memilih berhenti dan pulang ke rumah demi membantu perekonomian keluarganya. Di kampung halaman, ia sempat bekerja menjaga toko untuk menyambung hidup sekaligus membantu adiknya yang sudah bekerja lebih dulu.
Meski sempat meninggalkan lapangan hijau profesional, semangat juang Falen tidak padam. Ia memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia militer melalui jalur Otonomi Khusus (Otsus).
Dorongan dari teman-teman sepermainan yang sudah lebih dulu menjadi tentara membulatkan tekadnya. Kini, Falen Mariar telah resmi bertugas sebagai prajurit TNI, membuktikan bahwa pengabdian kepada negara bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik lewat prestasi olahraga maupun seragam loreng.
(Rivan Nasri Rachman)