SOLO - Teknologi Video Assistant Referee (Teknologi VAR) dijajal lebih dulu di final Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 ketimbang kompetisi kasta teratas Liga 1 2023-2024. Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra pun memberikan penjelasan.
Asep mengakui, penggunaan teknologi VAR harus sempurna di Liga 1 dan 2. Maka dari itu, final EPA Liga 1 U-20 2023-2024 menjadi gambaran awal penggunaan teknologi tersebut.

"Ini bukan penetapan, ini trial, kenapa enggak di Liga 2 atau Liga 1, karena kami selalu komitmen diterapkan dalam satu pertandingan akan diterapkan terus," kata Asep kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia (MPI) di Stadion Manahan, Jawa Tengah, dikutip pada Sabtu (9/3/2024).
"Mengapa Liga 2 tidak, karena salah satu kompetisi profesional jadi ketika diterapkan harus berkelanjutan. EPA pembinaan tapi klubnya Liga 1 jadi momentum pas," tambahnya.
Penggunaan VAR rencananya akan dicoba di fase Championship Liga 1 2023-2024. Fase itu akan meloloskan empat tim yang akan bertanding pada Mei mendatang.
Padahal, pada rencana awal, VAR akan diterapkan di putaran kedua Liga 1 2023-2024. Namun, wacana itu kemudian diubah menjadi Championship Series.
Sementara itu, penggunaan teknologi VAR di final EPA U-20 Liga 1 2023-2024 berjalan lancar. Pada laga tersebut, Persis Solo U-20 sukses membungkam Persita Tangerang U-20 dengan skor 3-1.

Wasit Thoriq M Alkatiri sempat menggunakan VAR dalam laga tersebut. Ia membatalkan hadiah penalti kepada Persita Tangerang U-20 pada menit 81 setelah meninjau VAR.
(Wikanto Arungbudoyo)