Puncaknya, mereka bertekuk lutut dari Manchester City, tim yang berusaha ia tiru strateginya. Padahal di laga itu Erik Ten Hag memakai formasi yang sama dengan Manchester City, yakni 4-2-3-1.
Tidak hanya itu, Ten Hag juga memainkan segenap pemain andalannya, mulai dari Andre Onana hingga Rasmus Hoglund. Namun hasilnya, mereka harus bertekuk lutut setelah kalah dengan skor 3-0.
Lantas mengapa Erik Ten Hag kesusahan meniru strategi Pep Guardiola?
Kestabilan tim
Alasan pertama Ten Hag gagal meniru Pep Guardiola adalah masalah kestabilan tim. Di Manchester City, Pep Guardiola selalu membuat para pemainnya bersaing dengan positif. Pemain yang tampil bagus akan mendapat tempat utama dan yang tengah menurun dicadangkan.
Tidak hanya itu, Pep juga tegas dengan pemainnya. Bila ada pemain yang kurang suka dengan keputusannya, maka Pep secara dingin akan langsung membuangnya tanpa ragu.
Hal sebaliknya dilakukan Erik Ten Hag. Eks pelatih Ajax itu kesulitan untuk merotasi pemain. Pemain-pemain yang tengah flop seperti Marcus Rashford selalu saja dimainkan. Padahal, dirinya masih memiliki pemain lain di bench.
Selain itu, Ten Hag juga sarat akan kontroversi dan perseteruan dengan pemainnya. Tidak seperti Pep yang tanpa pandang bulu, Ten Hag lebih banyak bertikai daripada tegas untuk mendepak pemainnya.