PENYEBAB Bima Sakti minta Iqbal Gwijangge jangan dijuluki Materazzi-nya Indonesia akan diulas Okezone. Pelatih Timnas Indonesia U-17 itu meminta hal tersebut agar pemain milik Barito Putera ini bisa lebih konsentrasi dan terjaga mentalnya jelang tampil di Piala Dunia U-17 2023.
Iqbal Gwijangge masuk dalam 34 pemain yang dipanggil untuk mengikuti training camp (TC) Timnas Indonesia U-17 di Jakarta sampai 28 Agustus 2023. TC ini sebagai persiapan Garuda Asia -julukan Timnas Indonesia U-17- mentas di Piala Dunia U-17 2023.
Nantinya, dari 34 pemain yang dipanggil Bima Sakti itu akan diseleksi menjadi 22 nama saja yang terpilih. Iqbal Gwijangge pun berharap dirinya dapat masuk skuad utama Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023 yang akan digelar pada 10 November hingga 2 Desember 2023 di Indonesia.
Dalam mewujudkan harapannya itu, pemain jebolan akademi Bhayangkara Presisi Indonesia tersebut siap bekerja keras dalam pemusatan latihan. Selain itu, gelandang bertahan 16 tahun tersebut juga akan mentaati seluruh intruksi dari Bima Sakti dan jajarannya.

“Tentu saya berharap dapat terpilih dan bermain di skuad tim U-17 yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 2023 nanti. Untuk itu, saya harus kerja keras, disiplin dan mengikuti instruksi dari pelatih," ungkap Iqbal Gwijangge, mengutip dari laman resmi PSSI.
Iqbal Gwijangge sendiri sebelumnya menjabat sebagai kapten Timnas Indonedia U-16 saat menjuarai Piala AFF U-16 2022. Setelah itu, Iqbal pun mendapatkan beasiswa untuk berlatih di Puskas Akademia, Hungaria.
Menariknya, dalam beberapa video di YouTube, Iqbal Gwijangge mendapat julukan Marco Materazzi-nya Indonesia. Menanggapi hal itu, Bima Sakti justru minta Iqbal Gwijangge agar tidak dijuluki Materazzi-nya Indonesia.
Alasannya, Bima Sakti ingin menjaga mentalitas Iqbal Gwijangge dan enggan konsentrasi sang pemain Barito Putera itu terganggu. Untuk itu, pelatih Timnas Indonesia U-17 tersebut meminta agar media tidak memberi julukan berlebihan kepada anak asuhnya tersebut.

"Kita berharap tidak muncul video-video di YouTube menganggap Iqbal misalnya Materazzi-nya Indonesia. Agar pemain juga bisa lebih konsentrasi dan tidak dibesar-besarkan," ungkap Bima Sakti kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)