Namun, hebatnya sosok Didier Drogba, dia mampu menghentikan perang saudara tersebut melalui sepakbola. Setelah pertandingan menghadapi Sudan yang menentukan kelolosan mereka menuju Piala Dunia, Drogba menyampaikan sebuah pidato yang mendamaikan perang di negaranya.
"Masyarakat Pantai Gading dari utara, selatan, tengah, dan barat, kami membuktikan hari ini jika warga Pantai Gading dapat hidup berdampingan dan bermain bersama dengan tujuan yang sama, untuk lolos Piala Dunia!" ujar Drogba.

"Kami berjanji kepada kalian bahwa selebrasi akan menyatukan semua orang. Hari ini kami memohon kepada kalian. Satu negara di Afrika dengan begitu banyak kekayaan tidak boleh jatuh dalam perang. Tolong letakan senjata kalian dan adakan pemilihan," lanjutnya diikuti para pemain yang berlutut.
Pidato Drogba ini kemudian meluluhkan hati setiap kubu yang berperang untuk dapat menuju meja perundingan. Pada 2007, kedua kubu pun sepakat untuk menandatangani perjanjian damai dan menghentikan perang saudara yang telah mereka lakukan bertahun-tahun lamanya.
Demikianlah kisah Didier Drogba, legenda Chelsea yang hentikan perang saudara lewat sepakbola.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.