"Dukungan finansial dari pusat ke daerah sebagaimana disampaikan Pak LaNyalla dalam paparannya jika beliau terpilih menjadi ketua umum PSSI, tentu harus dijadikan pemacu untuk menciptakan industri sepakbola yang sehat, sekaligus prestasi gemilang," imbuhnya.

Tak sampai di situ, dengan kebutuhan Indonesia akan sistem kompetisi yang terstruktur, Prof Ria menaruh kepercayaan kepada LaNyalla. Menurutnya, LaNyalla punya kemampuan untuk melakukan hal itu.
"Pembangunan sepakbola berbasis event itu berarti diperlukan independensi, terstruktur dan akuntabel. Sedangkan menjualnya diperlukan positioning, image dan identity," tambahnya.
"Sistem kompetisi harus ditata dengan baik. Kita harus disiplin terhadap hal itu, sebagaimana telah dipaparkan oleh Pak LaNyalla," pungkasnya.
(Reinaldy Darius)