Share

Cerita Klub Bayer Leverkusen dan Tradisi Tim yang Hanya Jadi Batu Loncatan Para Pemainnya

Insan Kamil Rizqilillah, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 51 2752942 cerita-klub-bayer-leverkusen-dan-tradisi-tim-yang-hanya-jadi-batu-loncatan-para-pemainnya-DT915iFWey.jpg Legenda Timnas Jerman Michael Ballack ketika berkostum Bayer Leverkusen (Foto: Twitter/bayer04_en)

CERITA klub Bayer Leverkusen dan tradisi tim yang hanya jadi batu loncatan para pemainnya. Klub ini telah menelurkan banyak pemain top dunia, termasuk Michael Ballack hingga Son Heung-min.

Bayer Leverkusen adalah sebuah klub sepakbola profesional asal Jerman. Bayer Leverkusen saat ini bermain di Bundesliga, atau kasta tertinggi Liga Jerman. Klub ini didirikan pada 1904 oleh salah satu karyawan perusahaan farmasi Jerman, Bayer AG, yang bermarkas di Leverkusen dan nama klub diambil dari nama perusahaan tersebut.

 Bayer Leverkusen

Bayer Leverkusen pertama kali promosi ke Bundesliga pada 1979, dan terus berada di kasta tertinggi saat itu. Warna utama klub tersebut adalah merah dan hitam, keduanya digunakan sebagai warna jersey utama dengan garis-garis merah dan hitam yang juga digunakan sebagai warna kandang.

Tradisi tim yang hanya jadi batu loncatan para pemainnya

Walaupun tergolong ke dalam klub yang cukup elit, Leverkusen hanya tim yang sangat minim gelar. Bisa dikatakan bahwa memang sulit bagi Bayer Leverkusen untuk menjadi jawara di kompetisi lokal. Apabila melihat sejarah materi pemain klub ini, sebenarnya mereka mempunyai beberapa pemain terkenal. Akan tetapi karena pengelolaan klubnya yang tergolong buruk, membuat Leverkusen hanya dijadikan sebagai batu loncatan oleh sebagian pemain terkenal.

Nama pertama yang mungkin menjadi salah satu penyesalan terbesar Leverkusen adalah Michael Ballack. Michael Ballack sendiri merupakan gelandang terbaik, yang berhasil tiga kali mendapat penghargaan German Footballer of the Year. Selama berseragam Bayer Leverkusen, Ballack telah mencatatkan 42 gol dan 27 assist dalam 155 pertandingan.

Selanjutnya ada talenta berbakat asal Brasil yang bernama Ze Roberto. Seorang mantan pemain sepakbola ini menjadi salah satu yang paling bersinar di benua biru. Selama membela Bayer Leverkusen Ze Roberto sukses tampil gemilang dengan sukses mencetak 19 gol dan 42 assist dari 150 pertandingan.

Follow Berita Okezone di Google News

Selanjutnya ada nama pemain bintang lainnya, Toni Kroos. Selama berseragam Bayer Leverkusen Toni Kroos tidak pernah merasakan juara. Dia berhasil mencetak 9 gol dan 12 assist dalam 33 penampilannya di Bundesliga bersama Leverkusen. Kemudian saat kembali ke Bayern, Toni Kroos menjelma menjadi maestro lini tengah yang tajam.

Son Heung-min

Nama pemain bintang terakhir adalah Son Heung-min. Walaupun hanya dua musim bersama Leverkusen, Son bermain cukup apik sampai menarik minat sejumlah klub. Kemudian, Son Heung-min hijrah ke klub asal Inggris, Tottenham Hotspur. Ketika membela Tottenham Son berhasil menunjukkan kualitasnya di atas lapangan hingga saat ini.

Sepertinya, tradisi dalam menjadi batu loncatan membuat Bayer Leverkusen sulit berkembang seperti klub-klub lain yang ada di Bundesliga. Leverkusen tidak benar-benar mampu untuk memanfaatkan pemain-pemain terbaiknya sampai akhirnya harus terbuang sia-sia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini