Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liga 2 2022-2023 Dihentikan, Manajer Persipura Jayapura: PSSI dan PT LIB Harus Diaudit!

Reinaldy Darius , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2023 |04:52 WIB
Liga 2 2022-2023 Dihentikan, Manajer Persipura Jayapura: PSSI dan PT LIB Harus Diaudit!
Manajer Persipura Jayapura Yan Permenas Mandenas kecewa terhadap PSSI dan PT LIB (Foto: MPI/Maulana Yusuf)
A
A
A

LIGA 2 2022-2023 dihentikan, manajer Persipura Jayapura meminta agar PSSI dan PT LIB diaudit. Yan Permenas Mandenas selaku manajer Persipura Jayapura mengutarakan isi hatinya setelah Liga 2 2022-2023 tiba-tiba dihentikan oleh federasi dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Kalau semuanya tidak jelas, kami meminta PSSI dan LIB diaudit. Cek semua aliran dananya supaya yang tidak benar di sana dibongkar saja," ujar Yan di Gedung Kemenpora, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa (17/1/2023).

Manajer Persipura Jayapura

Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI itu menyebut bahwa masalah utama dihentikannya Liga 2 2022-2023 adalah tidak adanya anggaran PT LIB dan PSSI.

Untuk itu, Yan meminta PSSI dan LIB menuntaskan permasalahan internal mereka. Kemudian, PSSI dan LIB didesaknya untuk kembali melanjutkan Liga 2 2022-2023.

"Saya pikir para peserta liga siap melanjutkan liga. LIB seharusnya mematuhi kontrak untuk siap melakukan kompetisi sampai selesai, tidak boleh tidak. Kalau tidak, kan, seharusnya bisa konsultasi ke pemerintah kendalanya di mana," tutur Yan.

Yan Mandenas menjelaskan bagaimana penghentian Liga 2 memberikan kerugian luar biasa untuk tim-tim yang terdampak. Persipura, misalnya, sudah mengeluarkan lebih dari Rp10 miliar sejak awal hingga menjelang berakhirnya putaran pertama.

Kemudian, dari sponsor, klub jadi kesulitan mendapatkan kepercayaan untuk musim terbaru.

"Sponsor jadi ragu sama klub. Ke depan, kami belum tentu dapat sponsor yang sama," kata Yan.

Yang sangat disesalkan Yan terkait berhentinya Liga 2 2022-2023 yaitu tidak adanya diskusi dan komunikasi antara klub dan PSSI-LIB. Dia mempermasalahkan tindakan PSSI dan LIB yang mengambil kebijakan sepihak.

"Dirut LIB Ferry Paulus, pada 'owner meeting' 14 Desember 2022, menyampaikan bahwa hasil rapat akan disampaikan ke PSSI, lalu keputusannya bagaimana akan dikonsultasikan ke klub. Namun, ternyata, kami tidak dikonsultasikan, tetapi langsung diputuskan sendiri. Padahal semestinya hasil rapat itu dibawa ke kongres untuk diputuskan. Kalau keputusan diambil terburu-buru baru kemudian diekspos ke publik, itu suatu kesalahan," tutur Yan.

PSSI mengambil keputusan untuk menghentikan Liga 2 dan Liga 3 2022-2023 sesuai hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) 12 Januari 2023.

PSSI

Khusus untuk Liga 2, PSSI menguraikan, ada tiga hal yang melatarbelakangi keputusan tersebut yaitu, pertama, ada permintaan dari sebagian besar klub yang mau kompetisi tidak dilanjutkan.

Alasan klub-klub itu, menurut PSSI, lantaran tidak ada kesesuaian antara konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator. Liga 2 pun dianggap sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.

Kedua, terdapat rekomendasi dari Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana di Liga 2 belum memenuhi syarat.

Terakhir, Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2022 yang mengamanatkan proses perizinan baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.

Selain itu, penghentian Liga 2 2022-2023 juga menyebabkan Liga 1 2022-2023 tanpa degradasi. Hal ini tentu mengurangi level kualitas kompetisi.

(Reinaldy Darius)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement