Namun gol itu justru disahkan, tentunya karena pandangan terbatas wasit dan teknologi yang kala itu belum canggih seperti sekarang. Praktik kotor itu dipopulerkan oleh Timnas Italia di beberapa turnamen.
Yang paling ikonik adalah ketika Timnas Italia menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman. Praktik itu dilakukan Fabio Grosso di babak 16 besar menghadapi Australia.

Memasuki masa injury time, Grosso melakukan penetrasi ke kotak penalti Australia. Grosso dihadang oleh bek Australia, Lucas Neill.
Grosso menggocek bola sembari sengaja menyangkutkan kakinya di bahu pemain yang kala itu membela Blackburn Rovers tersebut. Grosso terjatuh dan penalti pun diberikan.
Hal serupa dilakukan Timnas Italia di partai final. Ya, Marco Materazzi sengaja memprovokasi bintang Timnas Prancis, Zinedine Zidane.
Zidane tersulut amarah dan menandukkan kepalanya ke arah dada Materazzi hingga terjatuh. Zidane kena kartu merah dan Italia pun juara Piala Dunia 2006 usai memenangi babak adu penalti.
Furbizia kembali dilakukan Timnas Italia 14 tahun kemudian, tepatnya di perempat final Piala Eropa 2020 kontra Belgia. Ketika unggul 2-1, pemain Timnas Italia berlama-lama berbaring di tanah usai kontak fisik untuk mengulur waktu dan melakukan pelanggaran tak perlu ke pemain lawan.
Giorgio Chiellini dan kolega juga menghalang-halangi pemain Belgia terburu-buru mengambil bola mati demi menyamakan kedudukan. Italia pun menjadi sorotan, banyak yang menyebut bahwa kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2022 merupakan akibat dari dosa-dosa mereka di masa lalu.
Tak hanya di level internasional, praktik licik juga sering melekat pada diri bek veteran, Sergio Ramos. Praktik paling ikonik Ramos terjadi pada final Liga Champions 2017-2018 antara Real Madrid versus Liverpool.
Di menit 29, Ramos dengan keras menghantam Mohamed Salah hingga tergeletak. Salah ditarik keluar karena cedera, dan Madrid pun juara Liga Champions musim itu usai menang dengan skor 3-1.
Oleh sebab itu, praktik yang dilakukan Doan Van Hau di Piala AFF 2022 sebetulnya sudah lumrah dilakukan oleh seniman-seniman lapangan hijau di Eropa. Justru praktik kontroversial tersebut yang menjadi bumbu penyedap dalam sepak bola.
(Dimas Khaidar)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.