DIREKTUR Teknik Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Indra Sjafri mengungkap cerita di balik pengaruh sains olahraga dalam karier Asnawi Mangkualam. Ia mengatakan bahwa pemindahan posisi Asnawi Mangkualam dari gelandang bertahan menjadi bek sayap kanan, ada andil sains olahraga di dalamnya.
Sains olahraga yang dimaksud itu di antaranya sidik jari dan golongan darah. Kedua hal itu, turut berpengaruh penentuan posisi seorang pemain.

Hal itu diungkap Indra Sjafri kala menjalani dengar pendapat dengan para jurnalis dalam acara Workshop Upgrade Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang bertempat di Hotel Mercure, Jakarta pada Jumat 16 Desember 2022. Dalam kesempatan itu, Indra Sjafri mendapat saran mengenai pengaruh latar belakang kedaerahan pada posisi suatu pemain.
Dengan kata lain, daerah asal seorang pemain turut mempengaruhi posisi dan karakter bermain. Ia pun mengambil contoh pemain asal Makassar yang kebanyakan berposisi di lini belakang.
Indra Sjafri kemudian membeberkan bahwa selain daerah asal, sidik jari dan golongan darah juga berpengaruh pada penempatan posisi seorang pemain. Indra Sjafri mencontohkan kasus perubahan Asnawi Mangkualam ketika masih membela Timnas Indonesia U-19.
Pemain Ansan Greener situ awalnya merupakan gelandang bertahan, yang menjadi bek sayap. Menurutnya, hal itu turut didasarkan pula pada golongan darah dan sidik jari.