Share

Banyak Klub yang Tunggak Gaji Pemain, CEO PSIM Yogyakarta: Mereka Atlet Profesional!

Fitradian Dimas Kurniawan, iNews · Rabu 07 Desember 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 49 2722382 banyak-klub-yang-tunggak-gaji-pemain-ceo-psim-yogyakarta-mereka-atlet-profesional-JcxycPu2RG.jpg CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo (Foto: PSIM Yogyakarta)

CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo menyebut para pemain sepakbola Indonesia merupakan atlet profesional yang harus berkembang. Namun, hal tersebut sulit diwujudkan lantaran banyak klub yang justru bertindak tidak profesional.

Seperti kita ketahui, sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling terkenal di Tanah Air, namun kondisi sejumlah klub dinilai kurang profesional. Sebab, beberapa kali pihak klub yang berlaga di Liga 1 kedapatan menunggak gaji para pemainnya.

Liga 1 2021-2022

Padahal, keadaan tersebut tentunya ikut mempengaruhi performa pemain. Berbicara di diskusi panel bertajuk Jaminan Perlindungan Atlet Demi Kesinambungan Prestasi dan Industri Olahraga Nasional, Bima menyebut jika klub juga harus profesional.

Bima menyebut pihak klub harus menyadari jika para pemain adalah atlet profesional. Mereka bukan orang-orang yang hobi bermain sepakbola dan tampil secara sukarela.

“Kami sebagai klub, harus mengerti bahwa atlet itu adalah pemain profesional, yang berprofesi sebagai pemain sepakbola. Mereka bukan hobi bermain bola,” kata Bima di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Bima mengakui jika ada beberapa klub Indonesia yang memiliki pola pikir yang salah. Keadaan tersebut membuat beberapa pemain merasa tidak dihargai oleh pihak manajemen.

Follow Berita Okezone di Google News

“Mindset klub-klub Indonesia masih belum menyadari betul jika pemain mencari nafkah dari bermain bola. Sebelum berbicara mengenai yang lain, kesadaran dari manajemen dan investor jika mereka ini pemain sepakbola,” ujarnya.

Liga 1

Jika klub tidak profesional, maka akan sulit untuk menuntut para atlet untuk bertindak serupa. Apalagi masalah seperti penunggakkan gaji sudah beberapa kali terjadi di Tanah Air.

“Bagaimana kita menuntut mereka berlaku secara profesional, kalau manajemennya tidak profesional. Misalnya, gajinya ditunggak. Mungkin sekarang sudah mulai berkurang,” tutup Bima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini