Share

Fakta Menarik dari Temuan Komnas HAM: PSSI Tak Jelaskan Aturan FIFA dalam Kerjasama dengan Kepolisian

Martin Ronaldo, MNC Portal · Rabu 02 November 2022 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 49 2699566 fakta-menarik-dari-temuan-komnas-ham-pssi-tak-jelaskan-aturan-fifa-dalam-kerjasama-dengan-kepolisian-9kpM92tZ4X.jpg Komisiuner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara. (Foto: ANTARA)

JAKARTA - Berdasarkan temuan Komnas HAM, PSSI dinyatakan terbukti melakukan dosa besar dalam tragedi Kanjuruhan. Sebab menurut pemaparan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, PSSI selaku Federasi Sepakbola Indonesia tak memberitahukan larangan stadndar FIFA dalam pelaksanaan kerjasama dengan pihak kepolisian saat menggelar suatu pertandingan sepakbola.

"Kami menemukan ada pelanggaran regulasi FIFA dan PSSI regulasi FIFA dan PSSI dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara PSSI dengan Polri," ujar Beka kepada wartawan di Komnas HAM, Rabu (2/11/2022).

Pintu 13 Stadion Kanjuruhan

Pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh PSSI adalah terkait pengamanan pertandingan sepakbola dalam melibatkan satuan Polri.

"Dalam penyusunan perjanjian kerja sama (PKS), PSSI tak menjelaskan aturan-aturan FIFA secara spesifik termasuk penggunaan gas air mata sebagaimana regulasi Pasal 19 aturan FIFA," terangnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa dalam perbuatan perjanjian kerjasama tersebut PSSI hanya menyerahkan beberapa tim yang akan dibantu dalam proses pengamanan pertandingan.

"PSSI dan Polri melibatkan peran samapta dan Brimob dalam kerja sama tersebut," sambung Beka.

Momen kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan

Temuan lainnya yakni terkait kondisi lapangan Stadion Kanjuruhan. Menurut Komnas HAM stadion tersebut dilakukan verifikasi terakhir kalinya 2 tahun lalu.

"Verifikasi Stadion Kanjuruhan dilakukan pada Februari 2020, dilakukan PT LIB, dengan status: Stadion Kanjuruhan tak memiliki dokumen sertifikat stadion, rencana evakuasi, surat ketersediaan lapangan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini