Share

Exco PSSI Sebut Akhmad Hadian Lukita Masih Jabat Direktur PT LIB meski Berstatus Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Kamis 20 Oktober 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 49 2691221 exco-pssi-sebut-akhmad-hadian-lukita-masih-jabat-direktur-pt-lib-meski-berstatus-tersangka-tragedi-kanjuruhan-voLYbTwnbT.jpg Akhmad Hadian Lukita tetap menjabat sebagai Direktur PT LIB meski berstatus tersangka (Foto: PT LIB)

EXCO PSSI sebut Akhmad Hadian Lukita masih jabat Direktur PT LIB meski berstatus tersangka Tragedi Kanjuruhan. Menurut anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, hanya ada tiga hal yang membuat sang direktur kehilangan jabatannya.

Akhmad Hadian Lukita merupakan salah satu dari enam tersangka yang ditetapkan oleh Polri atas Tragedi Kanjuruhan. Mereka dianggap bersalah atas meninggalnya 133 korban jiwa seusai laga Liga 1 2022-2023 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022 lalu.

Tragedi Kanjuruhan

Namun, Ahmad Riyadh mengatakan status tersangka belum berpengaruh kepada jabatan Lukita. Itu sampai ada putusan inkrah dari pengadilan.

"Asas praduga tak bersalah, sebelum ada putusan bersalah ,ya, orang tidak akan dianggap bersalah. Sebab, itu keputusan pengadilan. Iya nunggu inkrah," kata Ahmad Riyadh di Jakarta, Selasa 18 Oktober 2022.

Pria yang juga menjabat Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu menjelaskan ada dua cara lain yang bisa membuat Lukita lengser dari jabatannya. Namun, harus melalui serangkaian proses secara bertahap.

Follow Berita Okezone di Google News

Pertama, Lukita mengundurkan diri dari jabatannya saat ini. Kedua, adanya permintaan pergantian direksi dari para pemegang saham.

Akhmad Hadian Lukita

Perlu diketahui, pemegang saham mayoritas di PT LIB adalah para klub, yakni mencapai 99 persen. Artinya, PSSI hanya satu persen saja, tetapi sampai saat ini belum ada rencana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa.

"(Lukita) Masih (Dirut PT LIB) sampai saat ini. Kami belum ada konsentrasi ke sana (RUPS). Namun, dia terus atau tidak, tergantung pemegang saham. Mutlak pemegang saham yang berkuasa," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini