3. Lapangan Stadion Pakansari Dikritik

Fakta ketiga adalah pelatih Timnas UEA U-17, Alberto Gonzalez, yang mengkritik kondisi lapangan Stadion Pakansari, usai kalah dari Timnas Indonesia U-17. Dia menilai kondisi lapangan di Stadion Pakansari tidak cocok dengan timnya sehingga menyebabkan kekalahan.
Menurut Alberto, stadion yang kerap diguyur hujan deras tidak menguntungkan setiap tim. Belum lagi, Stadion Pakansari digunakan dua pertandingan sekaligus dalam satu hari.
“Saya pikir tak menguntungkan bagi semua tim, tapi itu bisa menjadi pertimbangan. Ini tak menguntungkan bagi tim yang ingin menguasai bola,” ucap Alberto dalam konferensi pers usai laga.
“Kalau tim jadi bermain direct, saya bisa mengerti, tetapi kami tidak. Kami adalah tim yang berambisi ingin mengendalikan pertandingan, mendominasi. Ketika kondisi lapangan begini, tak menguntungkan, tak hanya bagi kami, tapi untuk semua yang ingin bermain sepakbola,” lanjutnya.
“Ini rekomendasi dari kami, juga untuk AFC. Akan sangat menarik di masa depan jika kondisi rumput lebih baik,” jelasnya.
2. 3 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jadi Sorotan Pelatih UEA

Jika fakta di atas bersikap negatif, kali ini, pelatih UEA memberikan komentar positif, khususnya untuk Timnas Indonesia U-17. Dia memberi sorotan lebih kepada 3 pemain Timnas Indonesia U-17 yang dinilai bekerja apik dalam laga itu.
Ketiga pemain itu adalah Iqbal Gwijangge, Arkhan Kaka, dan Figo Denish. Ketiganya dinilai memegang peranan besar dalam kemenangan atas UEA karena telah menyulitkan pemainnya.
"Benar, jika ada beberapa pemain dari Timnas Indonesia U-17 nomor 21, penyerang nomor 8, dan 7. Pemain-pemain itu punya kualitas bagus dan bisa memberikan perbedaan," kata Alberto Gonzalez.
"Timnas Indonesia bisa bermain secara tim bukan individualisme. Itu menyulitkan kami," katanya.