Share

Profil Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC yang Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Rio Eristiawan, MNC Portal · Kamis 06 Oktober 2022 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 49 2682238 profil-abdul-haris-ketua-panpel-arema-fc-yang-resmi-ditetapkan-sebagai-tersangka-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-WRiEFTvRd3.jpg Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Haris (Foto: MPI)

PROFIL Abdul Haris Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC yang resmi ditetapkan sebagai tersangka tragedi di Stadion Kanjuruhan akan dibahas dalam artikel ini. Selain dijatuhi sanksi seumur hidup, Abdul Haris juga resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang lainnya.

Adapun penetapan sebagai tersangka itu diumumkan secara resmi oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (6/10/2022) malam WIB. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pertandingan Liga 1 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 

Abdul Haris dianggap lalai menjalankan tugasnya sebagai Ketua Panpel di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 silam. Pasalnya seusai laga tersebut terjadi kericuhan antara Aremania -nama supporter Arema FC- dengan pihak keamanan.

Kala itu, pendukung Arema FC masuk kedalam lapangan usai tim kebanggannya menelan kekelahan 2-3 dari Persebaya Surabaya. Pihak keamanan yang mencoba untuk mengamankan kondisi di dalam stadion menembakan gas air mata.

Namun tembakan gas air mata itu bukan hanya di dalam lapangan, tetapi ke arah tribun. Akibatnya, banyak penonton yang panik dan berusaha keluar dari arena tersebut sehingga membuat mereka terinjak-injak dan sesak napas.

BACA JUGA:Tak Ada Wakil PSSI di 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Beberkan Alasannya 

Abdul Haris sendiri merupakan orang lama di kubu Arema FC. Ia memang sempat terlibat dalam kasus suap kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan melakukan pencemaran nama baik. Abdul Haris pun pernah terkena hukuman larangan aktif di sepakbola Indonesia selama 20 tahun pada 2010 silam.

Hukuman tersebut didapatkanya akibat terbukti mencoba menyuap Komdis PSSI dan melakukan pencemaran baik. Kasus tersebut diungkapkan oleh Ketua Komdis, Hinca Panjaitan terkait pelanggaran dalam laga Arema menghadapi Persema Malang di pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 10 Januari 2010 silam.

Infografis

Kala itu pertandingan sempat diberhentikan karena penonton masuk kedalam lapangan. Komdis pun melakukan sidang pada 21 Januari 2010.

Dalam sidang tersebut Arema FC didenda sebesar Rp50 juta dan satu laga larangan tanpa kehadiran penonton. Namun Abdul Haris mencoba untuk menyuap Hinca Panjaitan.

Abdul Haris pun terbukti dalam kasus penyuapan dan mendapatkan hukuman 20 tahun larangan aktif di sepakbola nasional. Namun pada 2013, Abdul Haris terbebas dari hukumannya.

Sementara dalam kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan, Abdul Haris sebelumnya sudah diberikan sanksi dari Komdis PSSI. Ia dilarang beraktivitas di sepak bola Indonesia selama seumur hidup.

Selain itu ia juga resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang lain. Adapun kelima orang itu di antaranya Ahkmad Hadian Lukita (Direktur Utama PT LIB), Saudara SS (security officer), Wahyu SS (Kabag Ops Polres Malang), Saudara H (Brimob Polda Jatim) melakukan perintah penembakan, Saudara BSA (Kasat Samapta Polres Malang).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini