Share

Usai Jadi Tersangka Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Dirut PT LIB Trending di Linimasa Twitter

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Kamis 06 Oktober 2022 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 49 2682207 usai-jadi-tersangka-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-dirut-pt-lib-trending-di-linimasa-twitter-Ka0MowNsKW.jpg Nama Dirut PT LIB trending di linimasa Twitter (Foto: PT LIB)

USAI jadi tersangka tragedi di Stadion Kanjuruhan, tanda pagar Dirut PT LIB trending di linimasa Twitter pada Kamis (6/10/2022) malam WIB. Hal itu menyusul pengumuman resmi tersangka kerusuhan Stadion Kanjuruhan dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Ya, seperti diketahui, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (Dirut PT LIB), Akhmad Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka. Ia bersama lima orang lainnya resmi menjadi tersangka tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Akhmad Hadian Lukita

Penetapan status tersangka itu setelah pihak kepolisian melakukan berbagai tahapan investigasi terkait tragedi tersebut. Pasalnya, tragedi itu cukup memilukan dan juga menjadi sorotan dunia.

Kalimat "Direktur PT LIB Harus Mundur" menjadi Pembahasan yang sedang trending. Sebab, sudah ada hampir 4 ribu cuitan yang membahas Akhmad Hadian Lukita.

Sebagaimana diketahui, insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang terhadi pascalaga Liga 1 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya. Di laga itu Singo Edan (julukan Arema FC) kalah 2-3 dari Persebaya.

Selepas pertandingan tersebut kerusuhan pecah. Pasalnya, suporter Arema FC (Aremania) merangsek ke dalam lapangan dan pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata.

Gas air mata pun menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa. Informasi terakhir yang MNC Portal Indonesia (MPI) peroleh ada sebanyak 125 korban meninggal dunia karena insiden itu.

PT Liga Indonesia Baru

Selain Akhmad Hadian Lukita adapun lima tersangka lainnya. Mereka adalah Saudara AH (Ketua panpel pelaksana pertandingan), Saudara SS (security officer), Wahyu SS (Kabag Ops Polres Malang), Saudara H (Brimob Polda Jatim) melakukan perintah penembakan, Saudara BSA (Kasat Samapta Polres Malang).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini