Share

Tak Ingin seperti yang Lain, Akmal Marhali Sebutkan Proses Investigasi yang Dilakukan TGIPF soal Insiden Stadion Kanjuruhan

Dimas Khaidar, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 49 2681678 tak-ingin-seperti-yang-lain-akmal-marhali-sebutkan-proses-investigasi-yang-dilakukan-tgipf-soal-insiden-stadion-kanjuruhan-moBEDgYfNQ.jpg Tak ingin seperti yang lain, Akmal Marhali sebut proses investigasi yang dilakukan TGIPF soal insiden Stadion Kanjuruhan (Foto: Avirista Midaada/MPI)

AKMAL Marhali membeberkan proses investigasi yang sudah dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) semenjak dibentuk untuk menangani tragedi Stadion Kanjuruhan. Pengamat olahraga yang tergabung dalam keanggotaan TGIPF, Akmal Marhali, mengaku hati-hati untuk melakukan semua tindakan dan tidak ingin langsung mengumumkan penemuan tim TGIPF.

Tragedi Stadion Kanjuruhan menjadi insiden paling mencekam di dunia sepakbola, bahkan menjadi yang ke dua dunia. Insiden berdarah itu terjadi pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB.

Arema FC yang berlaga sebagai tuan rumah harus menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya 2-3. Aremania yang kecewa pun turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan mereka.

Tim pengaman yang mencoba mengamankan situasi pun menembakkan gas air mata ke lapangan. Nahas, gas air mata itu tidak hanya ditembakkan ke lapangan melainkan juga ke tribun penonton.

BACA JUGA:Ketum PSSI Tak Kunjung Mundur, Tagar #IwanBuleOut Semakin Tersebar di Media Sosial

Suporter yang panik pun berdesak-desakan untuk keluar dari stadion. Alhasil sesak, desak-desakan, serta terinjak-injak menjadi salah satu faktor banyaknya korban berjatuhan di Stadion Kanjuruhan yang mana diperkirakan mencapai 125 orang meninggal dunia.

Setelah tragedi tersebut, tim investigasi pemerintah pun dibentuk. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) diberikan tugas untuk melakukan investigasi dan mencari fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Salah satu anggota TGIPF, Akmal Marhali mengatakan proses yang sudah dilakukan tim investigasi yang dibentuk pemerintah itu. Ia mengatakan bahwa timnya sudah melakukan rapat dan melakukan pengumpulan fakta terlebih dahulu.

Arema FC

“Kita kan baru dibentuk, kita sudah mengadakan rapat marathon, kemarin aja dari pagi sampai tengah malam kita masih rapat marathon. Yang kita lakukan sampai saat ini adalah pengumpulan fakta dulu, fakta empirik kemudian data-data primer, sekunder, tersier, yang kemudian nanti diolah menjadi bahan-bahan investigasi,” kata Akmal Marhali kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (6/10/2022).

Lebih lanjut, Akmal Marhali mengatakan tim TGIPF harus hati-hati melakukan investigasi lantaran banyak juga tim investigasi yang dibentuk dari bergabai instansi. Ia mengatakan tidak ingin mencari panggung yang ketika sudah menemukan sesuatu langsung diumumkan dan tidak diverifikasi terlebih dahulu.

"Karena kita ini harus hati-hati melakukan ini semua karena banyak juga kan dibentuk tim investigasi juga. Karena kita diputuskan lewat Kepres (Keputusan Presiden) ini posisi kita sangat tinggi sekali. Jadi kita harus hati-hati dalam melakukan investigasi dan juga kita enggak cari panggung yang kemudian di segala sesuatunya langsung diumumkan,” lanjutnya.

“Sejauh ini tahapannya sampai hari Senin (3/6/2022), itu pengumpulan data fakta. Di hari Selasa (4/10/2022) kita melakukan verifikasi data fakta setelah itu kita membuat uji materi dan kemudian membuat kesimpulan. Dari itu mungkin baru akan diumumkan apa saja temuan-temuan. Kita tidak mau semuanya dilakukan secara parsial. Nemu botol minuman langsung diumumkan, ini kan bikin gaduh, bikin ramai,” sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini