TURUT merasakan duka, legenda bulu tangkis sebut harusnya olahraga menghibur hati akan dibahas pada artikel ini. Legenda bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii menjadi salah satu dari sekian banyak atlet yang merasakan duka mendalam atas apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Hal tersebut disampaikan oleh Greysia Polii dalam unggahan di akun twitter pribadinya (@GreysPolii), Senin 3 Oktober 2022. Diketahui, insiden mencekam terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.

Dalam pertandingan tersebut, Arema FC harus menelan kekalahan dari Persebaya 2-3. Tak terima tim kesayangannya kalah, Aremania -suporter Arema FC- turun ke lapangan dan terlibat gesekan dengan aparat keamanan.
Kondisi ini diperparah dengan ditembakkannya gas air mata ke tribun penonton. Akibatnya, para penonton berhamburan menyelamatkan diri untuk menghindari asap pedih dari gas air mata.
BACA JUGA:Dibantai Manchester City, Para Pemain Manchester United Akan Diberi Pelajaran oleh Erik Ten Hag
Karena berusaha menyelamatkan diri, para penonton pun berdesak-desakan keluar dari stadion. Akibatnya, banyak penonton yang terinjak-injak dan tak bisa menyelamatkan diri. Insiden ini pun menyebabkan 125 orang meninggal dunia.
Insiden memilukan ini merupakan duka mendalam bagi olahraga Indonesia. Greysia mengatakan prihatin terhadap kejadian tersebut. Sebab menurutnya, olahraga seharusnya menghadirkan kebahagiaan, bukan korban jiwa.