Namun celakanya, aparat keamanan justru menembakan gas air mata ke tribun penonton, yang jelas-jelas seharusnya bukan mereka sasarannya. Tindakan itupun juga sebenarnya salah karena FIFA melarang gas air mata dilarang untuk mengamankan massa di dalam stadion.

Sontak, para penonton yang berada di tribun panik, berlarian, sesak nafas dan terinjak-injak saat ingin keluar dari stadion. Karena kejadian itu, ratusan nyawa pun harus melayang. Menurut keterangan resmi yang diberikan oleh pihak kepolisian, sejauh ini terdata 125 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Sementara imbas dari insiden tersebut operator Liga 1 2022-2023, PT LIB telah resmi menyatakan penundaan kompetisi. Dalam keterangannya, lanjutan pekan ke-11 kompetisi Liga 1 akan ditunda selama satu pekan.
(Hakiki Tertiari )
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.