Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSS Sleman Dukung Penghentian Sementara Liga 1 2022-2023 Imbas Tragedi Kanjuruhan

Rio Eristiawan , Jurnalis-Senin, 03 Oktober 2022 |14:24 WIB
PSS Sleman Dukung Penghentian Sementara Liga 1 2022-2023 Imbas Tragedi Kanjuruhan
PSS Sleman dukung penghentian sementara Liga 1 2022-2023 imbas Tragedi Kanjuruhan (Foto: MPI/Avirista Midaada)
A
A
A

PSS Sleman dukung penghentian sementara Liga 1 2022-2023 imbas Tragedi Kanjuruhan. Menurut Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Andy Wardhana, semua pihak patut melakukan evaluasi setelah kejadian berdarah tersebut.

Sepakbola Indonesia sedang lumpuh setelah tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 seusai pertandingan Liga 1 2022-2023 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Dalam tragedi ini, setidaknya 125 orang meninggal dunia hingga PT LIB memutuskan untuk menghentikan perhelatan Liga 1 2022-2023 setidaknya untuk sepekan.

Arema FC

“Mengenai sanksi dan pemberhentian sementara kompetisi, kami rasa ini adalah yang terbaik untuk saat ini. Jadi kita semua punya kesempatan untuk mengevaluasi dan berbenah,” kata Andy Wardhana dilansir dari laman resmi PSS Sleman, Senin (3/10/2022).

Lebih lanjut, Andy Wardhana menjelaskan evaluasi tersebut bertujuan untuk membuat sepakbola Indonesia lebih aman dan lebih baik untuk kedepannya. Ia menjelaskan insiden kerusuhan bisa saja terjadi bukan hanya di Malang, tetapi di tempat-tempat lainnya dengan kondisi yang serupa.

“Hal ini bertujuan agar kita bisa lebih aman, bersahabat, dan lebih baik kedepannya dalam penyelenggaraan pertandingan di sepakbola Indonesia. Karena kita harus menyadari ini tidak hanya bisa terjadi di Malang, ini bisa terjadi dimanapun jika dengan kondisi seperti ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, insiden itu terjadi usai laga kekalahan Arema FC kontra Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Pertandingan sejatinya berjalan lancar sejak awal. Namun karena kekalahan tersebut, Aremania merangsek masuk ke lapangan setelah laga usai sehingga membuat aparat keamanan bereaksi untuk meredam para suporter.

Namun celakanya, aparat keamanan justru menembakan gas air mata ke tribun penonton, yang jelas-jelas seharusnya bukan mereka sasarannya. Tindakan itupun juga sebenarnya salah karena FIFA melarang gas air mata dilarang untuk mengamankan massa di dalam stadion.

 Arema FC

Sontak, para penonton yang berada di tribun panik, berlarian, sesak nafas dan terinjak-injak saat ingin keluar dari stadion. Karena kejadian itu, ratusan nyawa pun harus melayang. Menurut keterangan resmi yang diberikan oleh pihak kepolisian, sejauh ini terdata 125 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Sementara imbas dari insiden tersebut operator Liga 1 2022-2023, PT LIB telah resmi menyatakan penundaan kompetisi. Dalam keterangannya, lanjutan pekan ke-11 kompetisi Liga 1 akan ditunda selama satu pekan.

(Hakiki Tertiari )

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement