Share

Cerita Pemilik Warung saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan: Banyak Anak-Anak yang Menangis!

Avirista Midaada, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 49 2679335 cerita-pemilik-warung-saat-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-banyak-anak-anak-yang-menangis-Am8OF76oen.jpg Cerita pemilik warung soal tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto: Avirista Midadaa/MNC Portal Indonesia)

SEPAKBOLA Tanah Air dikejutkan dengan tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Salah satu pemilik warung makanan di sekitar Stadion Kanjuruhan menyebut banyak anak-anak yang menangis karena panik dikejar petugas keamanan.

Seorang pemilik warung itu ditenggarai seorang peremuan berusia 20 tahun yang menyaksikan secara langsung ribuan Aremania menyelamatkan diri dari kejaran petugas keamanan. Dia sendiri baru menutup, warungnya saat itu karena adanya kerusuhan. Kondisi kian histeris karena adanya teriakan dari suporter dan ribuan suporter yang menyelamatkan diri.

 Aremania

(Situasi di dalam Stadion Kanjuruhan Malang)

"Ada banyak suara suporter yang berlarian di depan warung saya. Kemudian juga ada suara lemparan batu, sejumlah suara tembakan dan seseorang yang sedang diinjak berkali-kali. Bahkan, ada lebih dari 30 Aremania yang membuka rolling door garasi warungnya untuk bisa menyelamatkan diri," terang pemilik warung yang enggan disebut namanya.

Ada sejumlah suporter yang ikut menyelamatkan diri ke warungnya. Beberapa di antaranya masih berusia anak-anak mulai dari dua tahun, TK, hingga sekolah dasar (SD).

"Semuanya nangis histeris. Ada anak kecil, usia tahun, usia TK juga. Ada yang nanya ke anak usia TK apa dia suka bola. Terus anak itu bilang 'mamah yang suka," ungkapnya.

Pada peristiwa tersebut, dia juga menyaksikan bagaimana banyak orang yang digotong dan dievakuasi oleh tenaga medis. Bahkan, dia bisa melihat anjing pengamanan milik polisi ikut mati terkena lemparan batu.

"Pokoknya menegangkan, bikin gemetaran," terangnya.

Ia juga sempat terkena semprotan gas air mata di luar stadion. Gas tersebut ternyata sempat masuk ke warungnya sehingga membuatnya agak sesak napas. Kemudian juga merasakan panas yang tidak nyaman.

Infografis

"Saya berani buka lagi warungnya sekitar pukul 02.00 WIB, pas petugas keamanan sudah mulai pulang. Tapi masih ada orang lalu lalang, mobil terbakar," ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kericuhan terjadi usai Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Tembakan gas air mata itu buntut dari tindakan anarkis sejumlah suporter yang mencoba mengejar pemain dan ofisial yang masuk ke ruang ganti. Kondisi pun makin tidak kondusif hingga Minggu 2 Oktober 2022 dini hari WIB.

Sampai saat ini, diketahui melalui pihak kepolisian ada 125 korban yang meninggal dunia. Selain itu, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) langsung menurunkan tim investigasi untuk mengusut tuntas permasalahan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini