Share

Berduka atas Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Jajaran Pelatih Timnas Indonesia Berharap Terhindar dari Sanksi FIFA

Quadiliba Al-Farabi, MNC Media · Minggu 02 Oktober 2022 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 51 2679106 berduka-atas-tragedi-berdarah-di-stadion-kanjuruhan-jajaran-pelatih-timnas-indonesia-berharap-terhindar-dari-sanksi-fifa-EGaKXwkFY9.jpg Tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: Avirista Midaada/MNC Portal Indonesia)

JAKARTA – Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto, turut berduka atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Nova berharap tragedi yang menelan banyak korban jiwa ini tidak membuat Indonesia mendapat sanksi dari FIFA.

Seperti diketahui, kerusuhan itu terjadi pascalaga Arema FC selaku tuan rumah dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 1 2022-2023. Suporter yang tak puas tumpah dengan hasil itu pun tumpah ruah ke dalam lapangan.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Para suporter kemudian terlibat baku hantam dengan pihak kepolisian. Kondisi semakin tidak kondusif, sampai akhirnya polisi menembakkan gas air mata ke tribun.

BACA JUGA: Tragedi Berdarah Arema FC vs Persebaya Surabaya Tewaskan 153 Orang, Bima Sakti Akui Terpukul

Suporter yang panik berdesakan keluar tribun sehingga mengakibatkan banyak yang terinjak dan sesak napas. Akhirnya, hingga Minggu (2/10/2022) pagi, dilaporkan korban meninggal dunia sebanyak 129 orang.

BACA JUGA: Ikut Pantau Insiden Berdarah di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Shin Tae-yong Khawatirkan Korban Jiwa

Nova Arianto mewakili jajaran pelatih Timnas Indonesia menyayangkan tragedi ini. Pasalnya, kerusuhan yang berujung jatuhnya korban jiwa sudah berkali-kali terjadi di Indonesia.

“Ya, yang pasti saya ikut berdukacita sedalam-dalamnya atas insiden di Malang dan saya pribadi tidak menyangka akan banyak korban yang meninggal,” ucap Nova kepada MNC Portal melalui pesan Whatsapp, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga: Kesehatan Prima sebagai kunci menyambut tahun kelinci

Follow Berita Okezone di Google News

“Entah sudah berapa kali sering terjadi dan harus menjadi pembelajran bagi semuanya bukan hanya PSSI, panpel, tim, dan pastinya suporter,” lanjutnya.

Insiden ini dikhawatirkan akan berimbas pada dihukumnnya Indonesia oleh FIFA. Pasalnya, kejadian ini telah mendapatkan sorotan hingga penjuru dunia.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Sekiranya disanksi, hal itu tentunya akan sangat merugikan Timnas Indonesia di semua kategori umur. Lebih parah lagi, agenda Piala Dunia U-20 yang bakal digelar di Indonesia pada 2023 juga bisa saja terancam batal.

“Harapannya tidak terjadi kembali dan berharap tidak berimbas ke Tim Nasional karena yang ditakutkan adalah banned dari FIFA  yang berefek ke penyelanggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini