Share

Buntut Insiden Tragis di Stadion Kanjuruhan, IPW Desak Mochamad Iriawan Angkat Kaki dari Jabatan Ketum PSSI

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2679246 buntut-insiden-tragis-di-stadion-kanjuruhan-ipw-desak-mochamad-iriawan-angkat-kaki-dari-jabatan-ketum-pssi-AH4clqdFLh.jpg Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, dituntut mundur dari jabatan Ketum PSSI usai insiden tragis di Stadion Kanjuruhan. (Foto: PSSI)

JAKARTA – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak Mochamad Iriawan mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI. Hal ini sebagai buntut dari Mochamad Iriawan inisden tragis di Stadion Kanjuruhan, Malang, dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang menewaskan 130 orang.

Sugeng Teguh Santoso mengatakan Iwan Bule -sapaan akrab Mochamad Iriawan- dinilai harus angkat kaki dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawabannya. Sebab, insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB itu menjadi peristiwa terburuk di sepakbola nasional.

Mochamad Iriawan

BACA JUGA: 129 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, PSSI Pertimbangkan Penjadwalan Jam Tanding Liga 1 2022-2023

"Mochamad Iriawan seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepakbola nasional," ucap Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan MNC Portal Indonesia (MPI) peroleh, Minggu (2/10/2022).

BACA JUGA: Manchester United Ikut Berduka atas Insiden Berdarah di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sampaikan Belasungkawa

Menurutnya, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) harus mengawal insiden memilukan tersebut. Sebab, insiden itu telah menjadi sorotan dunia internasional.

"Presiden Jokowi harus memberikan perhatian terhadap dunia sepakbola di Indonesia yang selalu ricuh dan menelan korban jiwa," ujar Sugeng.

Sebagaimana diketahui, insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi saat laga Arema FC melawan Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. Dalam laga itu, tim berjuluk Singo Edan tersebut kalah dengan skor 2-3 dari Persebaya.

Tragedi di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan

Selepas pertandingan, kerusuhan pecah. Pasalnya, suporter Arema FC merangsek ke dalam lapangan sehingga pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air.

Tidak hanya itu, kerusuhan berlanjut di area luar stadion Kanjuruhan. Informasi terakhir yang MNC Portal Indonesia (MPI) peroleh, Minggu (2/10/2022), ada sebanyak 130 korban meninggal dunia karena insiden ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini