Menurut laporan dari Priceonomics, Minggu (2/10/2022), terdapat satu penonton yang masuk ke dalam lapangan dan memukul wasit. Sontak pihak keamanan langsung mengamankan pria tersebut dan menghajarnya secara brutal.
Suporter yang lain jadi ikut emosi dan turun ke lapangan. Perkelahian semakin membesar hingga tercatat ada 328 orang tewas di insiden tersebut dikarenakan sesak nafas atau pendarahan internal.

Insiden di Estadion Nacional sejauh ini masih yang paling mematikan karena jumlah korban meninggalnya mencapai 328, namun ada laporan lain mengatakan bahwa sejatinya masih banyak lagi yang tewas.
Lalu, posisi kedua awalnya terjadi di Stadio Accra Sprots, Ghana pada 2001 silam lantaran ada 126 orang yang tewas. Namun, insiden tersebut kini turun ke posisi ketiga, sebab kericuhan di Kanjuruhan telah menjadi peristiwa sepakbola paling mematikan kedua di dunia.
(Rivan Nasri Rachman)