PROFIL Thierry Henry, sosok yang menggila sebagai pesepakbola tapi memble saat jadi pelatih akan dibahas di artikel ini. Ketika aktif bermain, pemain yang berposisi striker ini melegenda bersama Timnas Prancis, Arsenal, dan Barcelona.
Bagi siapa saja yang tumbuh menyaksikan sepakbola di era 2000-an pasti mengenal sosok ini. Thierry Henry merupakan salah satu alasan utama Arsenal meraih gelar juara Liga Inggris 2003-2004.

Era tersebut dikenal dengan The Invincibles, dengan Thierry Henry ditemani sosok-sosok legendaris di sekitarnya seperti Robert Pires, Patrick Vieira, dan Dennis Bergkamp. Kegemilangannya memang luar biasa, dengan berhasil menjaringkan 39 gol plus 15 assist dari 51 pertandingan di semua ajang.
Ya, nama Thierry Henry akan selamanya beriringan dengan Arsenal. Dia membela klub asal London itu selama delapan tahun lebih pada periode pertamanya. Dia kembali untuk periode keduanya yang hanya berlangsung singkat, yaitu selama sebulan saja di antara 6 Januari 2012 hingga 16 Februari 2012.
Secara total, Thierry Henry telah sukses menjaringkan 228 gol dan 103 assist dari 376 pertandingan di semua ajang untuk tim berjuluk The Gunners tersebut. Kegemilangan tersebut membawanya ke Barcelona pada musim panas 2007.
Di Barcelona, Thierry Henry dipertemukan dengan para pemain hebat seperti Lionel Messi, Ronaldinho, dan Samuel Eto’o. Dia mencetak 49 gol dan 27 assist dari 121 pertandingan di sana.
Thierry Henry begitu gemilang sebagai pemain. Dia mampu mengantarkan Arsenal juara Liga Inggris dua kali, Barcelona juara Liga Spanyol dua kali, sekali juara Liga Champions, dan membantu Timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998.
Namun demikian, karier pria yang kini berusia 45 tahun tersebut sebagai pelatih tidaklah begitu baik. Thierry Henry memulai kariernya sebagai pelatih tim belia Arsenal pada Januari 2015 yang berakhir setahun kemudian di musim panas, Agustus 2016.

Setelahnya, dia memutuskan menjadi asisten pelatih bagi Roberto Martinez di Timnas Belgia di antara tahun 2016. Raihannya cukup gemilang di sana, dengan Timnas Belgia mencapai semifinal Piala Dunia 2018. Namun tentu saja, perannya minim di sana karena hanya sebagai asisten.
Thierry Henry mencoba memanajeri timnya sendiri dengan melatih AS Monaco pada tahun 2018. Namun dia hanya bertahan selama beberapa bulan, karena dipecat pada Januari 2019 setelah hanya memimpin dalam 20 pertandingan.
Pria asal Prancis ini tak menyerah. Dia memimpin tim asal Kanada, Montreal Impact, yang berlaga di MLS pada November 2019. Namun, nasibnya pun tak mengalami perbaikan, dengan Thierry Henry dipecat setelah hanya 29 pertandingan.
Kini, Thierry Henry kembali menjadi asisten pelatih Roberto Martinez di Timnas Belgia. Mungkin, levelnya hanyalah sebagai asisten pelatih saja ketimbang pelatih kepala.
(Hakiki Tertiari )
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.