Share

Bikin Heboh, Elon Musk Akui Beli Manchester United

Andhika Khoirul Huda, MNC Portal · Rabu 17 Agustus 2022 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 45 2649308 bikin-heboh-elon-musk-akui-beli-manchester-united-Xnf4JzbGbd.jpg Elon Musk mengaku sudah beli Manchester United. (Foto: Reuters)

NEW YORK Elon Musk mengaku sudah membeli Manchester United. Pernyataan yang dibuat CEO Tesla, Elon Musk, ini sontak mengejutkan banyak pihak.

Seperti diketahui, Musk adalah orang terkaya di dunia. Pengusaha asal Amerika Serikat ini memiliki sejarah membuat cuitan yang kontroversial di Twitter.

Elon Musk beli Manchester United

Pada Rabu (17/8/2022), pengusaha kelahiran Afrika Selatan itu menulis sebuah cuitan yang menghebohkan dunia maya. Dia mengaku sedang membeli Setan Merah –julukan Man United.

"Agar lebih jelas, saya mendukung separuh kiri Partai Republik dan separuh kanan Partai Demokrat!" cuitnya melalui akun Twitter @elonmusk pada Rabu (17/8/2022).

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Geram Masa Depannya di Manchester United Ramai Dispekulasikan: Banyak Kabar Bohong!

“Dan juga, saya membeli Manchester United. Terima kasih kembali,” cuit Musk.

BACA JUGA: Badai Cedera, Liverpool Pusing Jelang Lawan Manchester United

Melihat cuitan tersebut, banyak pendukung pasukan Manchester Merah yang mendukung Musk untuk benar-benar membeli klub kesayangan mereka itu. Sebab, Musk dinilai lebih baik memboyong tim besutan Erik Ten Hag itu dibanding membeli Twitter seharga USD44 miliar (Rp649 triliun), yang kini sedang berusaha dibatalkannnya.

Akan tetapi, sebaiknya para penggemar Man United jangan berharap banyak lebih dulu. Sebab, tidak diketahui apakah Musk serius atau tidak dengan ucapannya tersebut.

Man United sendiri saat ini dimiliki oleh pengusaha asal lain dari Amerika Serikat, yakni keluarga Glazer. Mereka membeli klub juara Liga Inggris 20 kali itu seharga 790 juta poundsterling (Rp14,1 triliun) pada 2005.

Manchester United

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para fans Setan Merah tidak senang dengan keluarga Glazer. Pasalnya, mereka dianggap hanya menjadikan Man United sebagai ladang uang bagi mereka di tengah buruknya performa klub sejak terakhir kali juara Liga Inggris pada 2013.

Bahkan, saat ini, terdapat gerakan anti-Glazer, yang terbentuk pada tahun lalu karena Glazer berusaha membentuk Liga Super Eropa bersama klub-klub raksasa lainnya. Beruntung, kompetisi tandingan Liga Champions itu batal terbentuk setelah mendapat kecaman keras dari para pencinta sepakbola di seluruh dunia dan juga Federasi Sepakbola Eropa (UEFA).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini