Share

Media Vietnam Kaget Ketum PSSI Ngamuk karena AFF Pastikan Tak Ada Pelanggaran di Laga Vietnam vs Thailand, EAFF Kembali Dibawa-bawa!

Ramdani Bur, Okezone · Selasa 02 Agustus 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 51 2640333 media-vietnam-kaget-ketum-pssi-ngamuk-karena-aff-pastikan-tak-ada-pelanggaran-di-laga-vietnam-vs-thailand-eaff-kembali-dibawa-bawa-66QNzfDVau.jpg PSSI masih membuka kemungkinan membawa Timnas Indonesia gabung EAFF. (Foto: PSSI)

MEDIA Vietnam, Soha.vn, menyoroti kemarahan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, yang kecewa karena protes mereka kepada AFF soal dugaan adanya sepakbola gajah di laga Timnas Vietnam U-19 vs Timnas Thailand U-19 tidak sesuai harapan.

Soha bingung kenapa Mochamad Iriawan masih marah-marah. Padahal, AFF sudah menggandeng sejumlah pihak untuk meninjau apakah laga Vietnam vs Thailand ada unsur setting-an atau tidak.

Timnas Vietnam U-19 vs Timnas Thailand U-19

“Ketua Umum PSSI tidak setuju dengan kesimpulan AFF,” tulis Soha dalam judul artikel yang mereka buat.

“Meski AFF telah mengambil keputusan final untuk laga Vietnam vs Thailand, Ketua Umum PSSI masih belum puas,” tegas Soha.

Lantas, bagaimana respons sebenarnya Mochamad Iriawan setelah AFF mengeluarkan keputusan? Ia mengatakan PSSI bakal memutuskan jadi atau tidaknya meninggalkan AFF pada minggu depan.

“Hasil aduan kami sudah terjawab. Menurut AFF tidak ada kontroversi di Piala AFF U-19 2022. Namun, jika Indonesia yang bertanding dalam keadaan seperti itu, AFF pasti akan memberi hukuman,” kata Mochamad Iriawan mengutip dari Soha.

Follow Berita Okezone di Google News

“Tentang keluar dari AFF, kami akan memutuskan nanti. Sebab, kami perlu meninjau kelebihan dan kekurangannya. Kami akan bandingkan berapa banyak turnamen di AFF dan EAFF. Pasti ada plus minusnya. Kami akan memutuskan setelah rapat Exco,” lanjut pria yang biasa disapa Iwan Bule ini.

Timnas Indonesia

Lantas, akankah PSSI benar berani meninggalkan AFF untuk gabung EAFF? Soha menilai tidak masuk akal jika PSSI pindah ke EAFF. Sebab, ada beberapa hal yang bakal merugikan Timnas Indonesia, salah satunya ketiadaan turnamen kelompok umur.

“Jika pindah ke EAFF, jaraknya terlalu jauh. Indonesia terbiasa bermain melawan tim-tim Asia Tenggara. Ketika datang ke berbagai negara Asia Timur, itu bakal berdampak negatif kepada kebugaran pemain,” tulis Soha.

“Belum lagi pemborosan anggaran, mengingat jauhnya jarak ke Asia Timur. Satu lagi, Indonesia tidak bisa memisahkan diri dengan ASEAN. Sebab, Indonesia masih menjadi anggota penting ASEAN,” tutup Soha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini