Share

Penyebab Persib Bandung Layangkan Surat Keberatan atas Draf Jadwal Liga 1 2022-2023

Iqbal Kukuh, Okezone · Rabu 06 Juli 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 49 2624711 penyebab-persib-bandung-layangkan-surat-keberatan-atas-draf-jadwal-liga-1-2022-2023-QagRCRpdFN.jpg Persib Bandung layangkan surat keberatan atas draf jadwal Liga 1 2022-2023. (Foto: Instagram/@persib)

BANDUNG – Persib Bandung secara resmi melayangkan surat keberatan atas draf jadwal Liga 1 2022-2023. Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, secara blak-blakan membeberkan penyebabnya.

Persib Bandung menilai ada ketidakadilan yang diterima timnya, mengingat banyak pertandingan yang akan mereka lakoni pada pukul 20.30 WIB sesua draf jadwal Liga 1 2022-2023. Persib Bandung pun melihat faktor kesehatan para pemain.

Persib Bandung

Hal ini diamini pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. Bukan tanpa alasan, ketika Liga 1 2021-2022, Persib Bandung banyak merasakan hal negatif kala bermain malam hari.

BACA JUGA: Persija Jakarta Resmi Datangkan Hanno Behrens dari Hansa Rostock

"Jika melihat kami di liga (musim lalu) dalam sistem bubble, kami tim yang paling sering bermain malam di Bali, kami bisa bermain pukul 10.00 atau 09.30 malam (WITA) dan itu tidak logis. Jika tim bermain di kompetisi, waku kick off harus dibagi rata setiap timnya. Harus ada asas fair play bagi setiap tim,” ujar Robert di Bandung, Rabu (6/7/2022).

BACA JUGA: Resmi, Liga 1 2022-2023 Dimulai 23 Juli 2022

"Apa yang terjadi jika di setiap laga bermain 08.30 malam atau bahkan 08.45 malam di laga pembuka, kami harus kembali larut malam ke hotel dan keesokan harinya melakukan perjalanan. Tentu, pemain akan merasa kelelahan,” sambungnya.

β€œProses recovery-nya akan menderita, dan jika melihat liga kita, pemain harus bertanding pada 4-5 hari berikutnya," jelas sang pelatih.

Robert mengatakan bila dibandingkan dengan Bhayangkara FC dan Bali United, Persib Bandung mendapatkan laga malam sebanyak tiga kali lipat. Dia berharap Persib bisa mendapat hal yang tidak jauh berbeda seperti tim-tim lainnya.

Persib Bandung

"Kami sudah melihat dampaknya di Bali. Memang di Bali kami tidak perlu melakukan perjalanan, tapi saat kembali ke hotel, pemain baru mulai bisa tidur jam 03.00-04.00. Sekarang kami merasakan gejala yang sama dan saya rasa pihak klub melihat ini dan berdiskusi dengan pihak operator liga. Harus fair play kepada setiap tim,” tegas Robert.

"Kalau tidak salah, Bali (United) dan Bhayangkara (FC) hanya bermain empat kali di malam hari. Sedangkan kami, bermain 13 kali malam hari. Jadi ini harus diperhatikan dan menjadi hak kami untuk berdiskusi dengan pihak operator," pungasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini