Share

5 Pesepakbola Top Dunia yang Ternyata Seorang Imigran, Nomor 1 Legenda Real Madrid dan Timnas Prancis

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 06 April 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 51 2574315 5-pesepakbola-top-dunia-yang-ternyata-seorang-imigran-nomor-1-legenda-real-madrid-dan-timnas-prancis-23vm6WE4qy.JPG Zlatan Ibrahimovic salah satu pemain top dunia yang ternyata seorang imigran. (Foto: Reuters)

DALAM sepakbola, kriteria pemain untuk mewakili negara mana pun di panggung internasional sangat banyak. Tentunya semua orang tahu bahwa pemain diizinkan untuk mewakili negara tempat mereka dilahirkan.

Selain itu, pemain dapat mewakili negara mana pun di mana orang tua kandung atau kakek nenek mereka dilahirkan dan akhirnya pemain juga dapat mewakili negara tempat ia memperoleh kewarganegaraan.

Melihat peluang besar yang ditawarkan aturan ini kepada seorang pemain, jelas bahwa banyak pemain telah memilih untuk bermain untuk negara tempat mereka bermigrasi, daripada bermain untuk negara asal mereka.

Ada juga pemain yang memilih untuk tetap setia pada negara kelahirannya daripada bermain untuk negara angkat mereka. Contoh paling nyata dari pesepakbola yang memilih bermain di negara tempat mereka bermigrasi daripada negara asal mereka dapat dilihat dari skuad Tim Nasiona (Timnas) Prancis. Pada skuad berjuluk Les Bleus itu, banyak pemain dari Afrika yang bermigrasi ke Prancis dan sering mewakili negara tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 5 Pesepakbola Top Dunia yang Ternyata Seorang Imigran, Mengutip dari Sportskeeda:

5. Ivan Rakitic

Ivan Rakitic

Ivan Rakitic dikenal sebagai sosok penting dalam keberhasilan Timna Kroasia mencapai babak final Piala Dunia 2018. Tapi tahukah Anda sejatinya Rakitic adalah seorang imigran?

Rakitic adalah produk pemuda dari klub terkenal Swiss, FC Basel karena ia lahir dan besar di Swiss. Ia lahir di Mohlin dari keluarga Kroasia yang berimigrasi ke Swiss sebelum ia lahir. Ayahnya, Luka, dan kakak laki-lakinya, Dejan, juga pesepakbola profesional.

Rakitic mempelajari sepakbola di Swiss saat bermain untuk raksasa Swiss, FC Basel, sebelum pindah ke Jerman untuk bermain untuk Schalke pada 2007. Rakitic pun berhak bermain untuk Swiss karena ia lahir di sana dan untuk Kroasia melalui orang tuanya.

Rakitic lantas pernah mewakili tim Swiss di level U-17, U-19 dan U-21. Namun, pada akhirnya ia menerima panggilan dari Slaven Bilic untuk mewakili Kroasia di level senior, yang pada saat itu sempat membuat gusar Federasi Sepakbola Swis.

4. Patrice Evra

Patrice Evra

Evra dikenal sebagai salah satu fullback kiri menakutkan yang pernah membela Prancis. Namun, sejatinya Prancis bukanlah negara kelahirannya.

Patrice Evra lahir di Dakar, ibu kota Senegal. Ayahnya yang keturunan Guinea adalah seorang diplomat dan ibunya berasal dari Tanjung Verde. Sejak lahir, Evra berhak bermain untuk tiga negara, yakni Senegal, Guinea, dan Cape Verde.

Evra adalah salah satu dari 25 anak dari kedua orang tuanya dan ketika dia berusia satu tahun, ayahnya pindah ke Brussel di Belgia untuk bekerja di kedutaan Senegal. Dua tahun kemudian keluarganya pindah ke Prancis dan dia memulai karier sepakbolanya di sana.

Mantan pemain Manchester United itu memenuhi syarat untuk bermain untuk Senegal, tetapi pengalamannya di negara itu ketika dia baru berusia 10 tahun tidak menyenangkan. Dia memilih untuk mewakili Prancis secara internasional dan bermain untuk tim muda mereka sebelum melakukan debut tim seniornya pada tahun 2004.

3. Robert Pires

Robert Pires

Pemain legenda Arsenal, Robert Pires, lahir di Reims, Prancis dari ayah berdarah Portugis dan ibu Spanyol. Pires, yang merupakan sulung dari dua bersaudara, mendukung Benfica bersama ayahnya dan Real Madrid bersama ibunya.

Pires mengalami kesulitan memahami bahasa Prancis saat dia di sekolah karena orang tuanya berkomunikasi dengannya dalam bahasa Portugis dan Spanyol. Terlepas dari kesulitan itu, ia memilih mengawali bermain sepak bola di tingkat pemuda bersama Reims sebelum melakukan debut profesionalnya dengan Metz pada tahun 1993.

Pires berhak mewakili Prancis karena ia lahir di sana, Portugal karena ayahnya lahir di sana, dan Spanyol karena ibunya lahir di sana. Pada akhirnya Pires memilih bermain untuk Prancis karena dia dibesarkan di sana dan memiliki budaya Prancis yang tertanam dalam dirinya.

Keputusannya bermain untuk Prancis terbukti menguntungkan saat ia memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Ayah Zlatan Ibrahimovic, Sefik Ibrahimovic, adalah seorang Muslim Bosnia yang berimigrasi ke Swedia pada tahun 1977 dan ibunya, Jurka Gravic, adalah seorang Katolik Kroasia yang juga berimigrasi ke Swedia. Orang tua imigrannya bertemu di Swedia dan Zlatan lahir di negara itu pada 1981.

Orang tuanya bercerai ketika Ibrahimovic baru berusia 2 tahun dan dia menghabiskan masa kecil yang sulit di distrik Rosengard yang berpenduduk imigran. Ibrahimovic sampai bercerita dia pernah jadi pencuri sepeda dan pengganggu sekolah sebelum dia mengasah keterampilan sepakbolanya.

Berusia 15 tahun, Ibrahimovic hampir berhenti dari sepakbola untuk bekerja di dermaga di Malmo, tetapi pelatihnya di Malmo FF meyakinkannya untuk mengejar karier di sepakbola. Syukurlah Ibrahimovic menuruti saran tersebut dan kita semua tahu bagaimana kariernya berjalan dengan baik.

Ibrahimovic memenuhi syarat untuk mewakili Bosnia dan Herzegovina dan Kroasia melalui orang tuanya selain Swedia. Kroasia memang mencoba membujuk Ibrahimovic, tetapi dia memilih bermain untuk Swedia dan sekarang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa negara itu.

1. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Orang tua legenda Real Madrid dan Prancis Zinedine Zidane, Smail dan Malika berimigrasi ke Paris pada tahun 1953 dari Aljazair Utara sebelum dimulainya perang Aljazair. Keluarganya awalnya menetap di Paris tetapi pindah ke Marseille pada pertengahan 1960-an untuk mencari pekerjaan.

Ayah Zidane bekerja sebagai penjaga gudang dan penjaga malam, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di pinggiran kota Marseille, La Castellane yang terkenal dengan tingkat kejahatan dan pengangguran yang tinggi.

Pada tahun 1972, Zidane lahir di sana sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Lalu di Castellane adalah nama tempat di amana Zidane diperkenalkan dengan sepakbola ketika dia baru berusia lima tahun.

Zidane memenuhi syarat untuk bermain untuk Prancis karena dia lahir di sana dan untuk Aljazair karena orang tuanya lahir di sana. Dikabarkan bahwa pelatih Aljazair, Abdelhamid Kermali berpendapat bahwa Zidane tidak cukup cepat dan dengan demikian memutuskan untuk tidak memilihnya untuk Aljazair.

Zidane melanjutkan untuk mewakili Prancis di panggung Internasional dan memenangkan Piala Dunia 1998 serta Kejuaraan Eropa UEFA 2000 dengan negara angkatnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini