Share

Lolos ke Piala Dunia 2022, Ini Rahasia Timnas Portugal

Rio Eristiawan, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 51 2570192 lolos-ke-piala-dunia-2022-ini-rahasia-timnas-portugal-zoJw8ggR5w.jpg Pepe berterima kasih kepada pendukung Timnas Portugal (Foto: Reuters)

PORTO Timnas Portugal lolos ke Piala Dunia 2022. Bek tengah veteran Timnas Portugal, Pepe, mengungkapkan kunci keberhasilan Selecao das Quinas mengamankan tiket putaran final Piala Dunia 2022.

Sebagaimana diketahui, Portugal harus melalui playoff Kualifikasi Piala Dunia 2022, untuk dapat tiket ke Qatar. Usai menang atas Turki, Portugal mesti mengalahkan Makedonia Utara di final playoff.

Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes (Foto: Reuters)

Portugal pun mengalahkan Makedonia Utara 2-0 di Stadion Dragao, Rabu (30/3/2022) dini hari WIB. Dua gol Selecao das Quinas dicetak oleh Fernandes (32' dan 65').

Dengan kemenangan tersebut Portugal lolos ke Piala Dunia 2022. Portugal menemani Polandia yang juga lolos ke Piala Dunia 2022 melalui playoff Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Seusai pertandingan, Pepe berterima kasih kepada pendukung Portugal yang telah hadir ke stadion. Pemain berusia 39 tahun itu menjelaskan, dukungan pendukung menjadi kunci keberhasilan Portugal melaju ke Piala Dunia 2022.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang berada di stadion dan di rumah dan kepada semua orang Portugis, karena hari ini adalah malam yang emosional bagi kami," kata Pepe, dilansir dari laman resmi FPF, Rabu (30/3/2022).

"Suasana yang kami tinggali di sini sangat fantastis. Kami merasakan energi positif ini dari semua orang Portugis, yang membuat kita bisa pergi ke Dunia," ucapnya.

Lebih lanjut, Pepe senang bisa membantu negaranya lolos ke Piala Dunia 2022.Menurut bek tengah Porto itu, tak adil jika Selecao das Quinas tak lolos karena telah tampil bagus.

“Saya merasa istimewa menjadi bagian dari grup ini dan menjalani malam yang indah ini, karena kami pantas mendapatkannya," tutur Pepe.

Timnas Portugal (Foto: Reuters)

"Merupakan ketidakadilan bagi kami semua untuk tidak berada di Piala Dunia, mengingat cara kami bekerja dan mendedikasikan diri serta kritik yang kami terima. Itu tidak adil. Hari ini kami adalah tim yang rendah hati dengan rasa ingin menang dan mewakili orang-orang kami," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini