Share

Fans Chelsea Nyanyikan Dukungan untuk Roman Abramovich, Thomas Tuchel Geram

Andhika Khoirul Huda, MNC Portal · Minggu 06 Maret 2022 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 06 45 2557052 fans-chelsea-nyanyikan-dukungan-untuk-roman-abramovich-thomas-tuchel-geram-zLo0Rma6Ie.JPG Momen sebelum laga Burnley vs Chelsea dimulai. (Foto: Reuters)

LANCASHIRE – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel dibuat geram oleh tingkah laku fans timnya yang menyanyikan chant atau yel-yel untuk pemilik klub, Roman Abramovich. Bagi Tuchel, hal itu tidak tepat apalagi chant itu dikeluarkan ketika Chelsea sedang memberikan dukungan terhadap Ukraina yang negaranya sedang diserang Rusia.

Dalam pertandingan Burnley vs Chelsea yang dihelat pada Sabtu 6 Maret 2022 malam WIB, sebelu dimulai ada aksi solidaritas untuk Ukraina yang sedang digempur Rusia. Semua penonton yang hadir di Turf Moor berdiri dan bertepuk tangan demi memberikan dukungan pada negara yang dipimpin oleh Volodymyr Zelensky itu.

Akan tetapi, sejumlah fans The Blues –julukan Chelsea- menyela tepuk tangan itu dan menyanyikan nama Abramovich, yang berasal dari Rusia dan telah membawa kejayaan untuk pasukan London Biru. Mereka bermaksud memberikan penghormatan untuk pengusaha berusia 55 tahun itu karena klub yang mereka sayangi itu telah diumumkan dijual.

Namun kelakuan para penggemar Chelsea itu justru mendapatkan kritik dari Tuchel. Menurutnya, hal itu tidak pantas dilakukan karena tepuk tangan tersebut sedang ditujukan untuk Ukraina, bukan untuk pesan yang lain.

“Ini bukan saatnya untuk melakukan itu (menghormati Abramovich). Jika kita menunjukkan solidaritas, kita menunjukkan solidaritas dan kita harus melakukannya bersama-sama,” kata Tuchel dilansir dari Independent, Minggu (6/3/2022).

“Kami berlutut bersama. Jika orang penting dari klub kami atau klub lain sayangnya meninggal, kami memiliki satu menit rasa hormat. Ini bukan saatnya untuk memberikan pesan lain. Inilah saatnya untuk menunjukkan rasa hormat. Kami ingin melakukan ini. Sebagai klub, kami membutuhkan penggemar kami untuk berkomitmen pada menit tepuk tangan ini,” imbuhnya.

“Kami melakukannya untuk Ukraina dan tidak ada opini kedua tentang situasi ini. Mereka memiliki simpati dan dukungan kita dan kita harus berdiri bersama. Ini bukan saatnya untuk pesan lain,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, The Blues terkena dampak dari konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Abramovich menyatakan menyerahkan kepengurusan klubnya ke yayasan amal tepat sebelum final Piala Liga Inggris 2021-2022 pekan lalu di mana timnya kalah adu penalti dari Liverpool. Kemudian, dia memutuskan untuk menjual klubnya tengah pekan lalu saat Chelsea menang 3-2 atas Luton Town di Piala FA 2021-2022.

Thomas Tuchel

Hal itu dilakukan Abramovich, setelah mendapat tekanan dari Pemerintah Inggris yang mengancam akan memberikan sanksi kepada pihak yang punya kedekatan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dan dia memang memiliki hubungan yang cukup akrab dengan pemimpin negaranya itu.

Pada pertandingan itu sendiri, Romelu Lukaku dan kolega sempat buntu pada babak pertama. Namun, mereka sukses menyarangkan empat gol ke gawang Burnley pada paruh kedua yang masing-masing lahir dari Reece James (47’), Kai Havertz (52’ dan 55’) serta Christian Pulisic (69’).

Berkat kemenangan itu, Chelsea makin nyaman berada di peringkat ketiga. The Blues unggul enam poin dari Manchester United yangm menempati posisi keempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini