Share

Tiba di Malaysia Usai Dikalahkan Laos di Piala AFF U-23 2022, Timnas Malaysia U-23 Dihina Fans Negeri Jiran

Ramdani Bur, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 51 2552805 tiba-di-malaysia-usai-dikalahkan-laos-di-piala-aff-u-23-2022-timnas-malaysia-u-23-dihina-fans-negeri-jiran-weqx3Q8bAF.jpg Timnas Malaysia U-23 dihina setibanya sampai di Malaysia kelar Piala AFF U-23 2022. (Foto: Twitter/@FAM_Malaysia)

TIBA di Malaysia usai dikalahkan Laos di Piala AFF U-23 2022, Timnas Malaysia U-23 dihina fans sepakbola Negeri Jiran. Hal itu diketahui setelah akun Twitter Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), mengunggah foto kedatangan Timnas Malaysia U-23 di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Skuad Harimau Malaya U-23 Tiba di Tanah Air Dengan Malaysia Airlines,” tulis @FAM_Malaysia pada Kamis 24 Februari 2022 malam WIB, sembari menunjukan seluruh personel Timnas Malaysia U-23 yang berpose.

Timnas Malaysia U-23

Unggahan di atas pun mendapat respons dari pencinta sepakbola Malaysia. Mereka kompak menghina skuad Harimau Malaya yang menjadi bulan-bulanan Laos di Piala AFF U-23 2022.

“Lawan siapa? Laos! Menang atau kalah? Kalah! Huh! Lemah!,” tulis akun Twitter @myayza.

“Dengan bahagianya kalian pulang,” sambung akun @aslamazhr29.

“Mengunggah foto layaknya Malaysia bawa pulang Piala,” ledek akun @TYM0N_.

Timnas Malaysia U-23 mendapatkan hasil yang tak pernah terbayangkan sebelumnya di Piala AFF U-23 2022. Seiring mundurnya Timnas Indonesia U-23 karena diserang badai Covid-19, skuad Timnas Malaysia U-23 dijagokan juara Piala AFF U-23 2022.

Namun, hasilnya jauh dari prediksi. Dua kali menghadapi Laos di laga Grup B Piala AFF U-23 2022, skuad Harimau Malaya tumbang 1-2 dan 0-2.

Timnas Malaysia U-23 vs Laos

Alhasil, langkah Timnas Malaysia U-23 di Piala AFF U-23 2022 sudah terhenti. Mantan pelatih Bayern Munich Junior yang berpaspor Malaysia, Lim Teong Kim, melempar kritik pedas.

Ia tak menyalahkan pemain, melainkan menyerang FAM dan operator kompetisi Liga Malaysia. Dalam pandangannya, FAM terlalu berfokus kepada naturalisasi pemain tanpa mencari cara mengembangkan potensi pemain muda.

Sementara operator kompetisi, terlalu banyak mengizinkan pemain asing mentas di Liga Super Malaysia. Ujung-ujungnya, potensi pemain lokal tak berkembang karena kalah bersaing dengan pemain asing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini